Saturday, 28 October 2017

Hari Oeang ke 71 (masih) di Batam

performance dari DJBC

Peringatan hari oeang tahun ini terasa seperti de javu bagi saya. Ya! 2 tahun yang lalu saya berada di tempat yang sama, yaitu di Mega Wisata Coastarina. Hanya dengan suasana yang berbeda, kala itu saya baru dititipin anak laki-laki sulung saya. Semenjak menjadi istri pegawai pajak, saya selalu menanti nanti kapan datangnya hari oeang. Bukan apa-apa, tetapi hari oeang yang datangnya setahun sekali ini merupakan ajang bertemu dan berkumpulnya pegawai dan istri pegawai Kemenkeu yang bisa kami jadikan ajang berbagi dan bercerita. Tak lupa keseruan anak-anak pun berlarian bermain bersama. Namun cuaca terik tak menghalangi keceriaan hari ini.
Pukul 07.30 WIB, para peserta sudah berkumpul dan mengikuti kegiatan senam bersama dipandu oleh instruktur. Lepas olahraga pagi acara dilanjutkan dengan sarapan yang sudah disediakan panitia dengan menukarkan kupon yang diberikan saat registrasi. Semakin siang rundown acara berjalan dengan lancar. Mulai dari performance dari masing-masing kantor DJP, KPKNL, DJPBN, DJBC sampai dengan lomba yel-yel dan mozaic persembahan seluruh pegawai serta acara paling ditunggu tunggu yaitu doorprize.


mozaic dari seluruh pegawai 




Kegiatan ini dihadiri oleh banyak pejabat penting eselon 2 dari Kanwil Riau dan Kep. Riau. Semua berkumpul berbaur menjadi satu, tak ada atasan bawahan yang ada satu tujuan yakni semangat nyata membangun negeri.
Hari Oeang pertama kali ditetapkan jatuh pada 30 Oktober 1946 untuk memperingati peristiwa beredarnya Oeang Republik Indonesia (ORI).
"Tentu bukan cerita biasa, melainkan ini sebuah momen bersejarah dan penuh semangat patriotisme. Walaupun memiliki masa edar singkat, sejarah membuktikan bahwa ORI telah berhasil menjadi alat pemersatu bangsa sekaligus lambang kedaulatan Indonesia. Perjalanan ORI berlanjut hingga akhirnya rupiah menjadi alat pembayaran yang sah hingga saat ini.
Peringatan hari oeang ini sebagai bentuk penegasan peran Kementerian Keuangan untuk menjaga stabilitas perekonomian dan menggerakkan perekonomian dengan dasar keadilan.
Mudah-mudahan semua jajaran Kementerian Keuangan bisa terus berfokus pada kebijakan untuk ikut menjaga stabilitas rupiah, sesuai dengan nilai fundamentalnya.
Semoga Kementerian Keuangan dapat menjadi instansi pelopor penggunaan rupiah dalam setiap transaksi di dalam negeri. Kementerian Keuangan juga diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas untuk menjaga kesinambungan fiskal.
Semakin siang hari semakin terik dan anak-anak mulai tidak nyaman dengan cuaca Batam yang sangat panas. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk pulang terlebih dahulu setelah mengambil jatah makan siang. Selamat hari oeang ke-71. Semoga makin jaya di udara
foto bersama badut custom

No comments:

Post a Comment