Sunday, 20 January 2013

Lari ke sini lagi

January 20, 2013 0 Comments

Ya Alloh, Engkau adalah sebaik-baiknya perencana. Tiada segala sesuatu kau ciptakan dengan sia-sia..

Terimakasih buat segala nikmat yang telah Engkau berikan hingga detik ini, ya nikmat iman dan kesehatan. Hari ini aku terpaksa harus lari kesini lagi. Sebenernya aku sendiri sudah jenuh dengan cerita yang itu-itu saja. Tiap pulang ke rumah selalu saja hati ini menahan perasaan. Sebenernya aku sudah berusaha menahan hati buat nggak terpancing situasi dan jadi emosional. Sunggih berat memang, tapi aku berusaha dan terus berusaha. Seperti yang mas bilang, aku harus lebih dewasa dalam menanggapi adekmu itu, jangan terbawa situasi dan emosional yang pada akhirnya akan jadi buah simalakama buat kamu sendiri. Karena percuma nanti pada akhirnya kamu yang akan disalahin. Okey, kejadian ini bermula dari percakapanntadi sore yang nggak enak banget, ga ada masalah apa-apa tapi ngomongnya nggak bisa santai n malah makin nyolot. Sebenernya nggak penting banget sih peduliin orang kaya dia, aku baru sadar ini sekarang, pas aku curhat disini. 

Berawal dari obrolan ringan dan berakhir dengan percakapan panas. Awalnya aku cuma nanya " kenapa ada jemuran pakaian dalam yang nggak dijemur " ehdy malah nyolot dengan jawab "aq njemur dimana? "

Dalam hatiku aq cuma bisa ketawa aja " mana gw tau, klo tau ya gw ga nanya, tolol" aku udah sabar2in diri. Trus aq jawab mana aku tau, kan aku kira si embak yang nyuci baju di rumah ga kelarin kerjaannya. Maksudky bisa nggak sih jawab pertanyaan dengan nada yang enak atau sedikit bagusan dikit kek kalimatnya. Ga enak banget dengerinnya. Nanya apa dijawab apa. Udah disitu aku diem n ga memperpanjang masalah..

Trus dia tiba-tiba maki-maki laptop, intinya dia kecewa banget sm laptop yang notabene dapet dari aku. Secara gratis dengan mengajukan nama mama. Gimana nggak dia minta laptop ini dengan senjata mama yang ngomong. Awalnya dia mau ganti tapi ternyata nothing. Sedih banget ya di PHP in meskipun sama orang tua. Inilah derita seorang anak yang terlampau nurut sama orang tua, diinjek.injek juga tetep harus diem. Dulunya katanya mau oper netbook accerku ini, ya 1,5  jt lah boleh. Lumayan dikasih dikit, buat modal beli laptop yang baru kn lumayan nih tinggal namabahin gt. Eh ternyata semua itu palsu. Mungkin ini juga salah satu nikmat punya orang tua yang posesif n ngrasa semua yang ada ini punyanya. Termasuk anak n segala barang-barang miliknya itu punya orang tua karena semua ini didapat juga dari orang tua. Tragis memang, tapi ini realita. Memang ini yang sudah Alloh tetapkan. Okeyy lanjut, pokoknya netbook itu akhirnya berpindah tangan dengan mulus tanpa hambatan dan free alias gretongan.

Alhamdulillah Alloh kasih kelapangan hati buat aku dan mas. Akhirnya aku pun beli laptop baru yang besar karena memang kupake buat kerjakan tugas2 aktaku dari sebagian uang mahar. Balik ke masalah laptop, adekku itu dari tadi nyolot dan makin emosi ngomongnua. Ngeluh masalah HD yang kurang gede lah, katanya butuh yang lebih besar, blom masalah installernya yang emang pake w7 starter yang memang itu udah bawaannya. Sungguh aku lelah denger n jawab pertanyaannya. Yang sok iyess nanyain masalah spek. Serius orang ini memang rusak banget mulutnya. Aku bener2 mulainhilang kesabaran gara-gara pas aku bilang, " liat di google aja napa masalah spek2nya. Mana hw apal gitu, kn gw udah ga inget" secara udah ganti laptop 3x, mana aku inget. Eh dia makin nyolot n malah ngejawab "ya kan ini barang-barangmu harusnya hapal dong"
Aku udah capek ngomong nggak penting kaya gini. Yaudahlah akhirnya aku bilang, " udah cari aja di google " capek aku lama-lama, males banget tinggal serumah sama orang kaya gini.

Eh ternyata makin kesini makin nggak nyambung. Kok sebegitu teganya dia jadi orang. Ceritanya bermulandari bbm dari tika, sahabatku di kampus yang minta aku buat send pict ktp untuk keperluan kampus. Nah, susah banget motret ktp yang emang notabene mungil itu, di.samping karena faktor camera phone yang ga sama sekali mungkin karena faktor ga ada autofocusnya. Uda kucoba foto pake blackberry,.samsung smpe galaxytab hasilnya ga ada yang jelas. Akhirnya aku minjem blackberry dia tapi nggak dikasih. Yang bikin aq deg n ngrasa nyesek banget tuh, kok tega banget sih dia, masa iya dia bilang " blackberryku sama aja nggak jelas blas, " udah jelas banget kalo dia emang nggak mau bantu. Aku bilang " yaudah kamu aja deh yang fotoin" tapi bener-bener udah nggak punya hati orang ini. Di saat lagi urgent banget dia nggak mau kasih bantuan. Aq rasanya pengen banget nangis n bilang sama Alloh, ya Alloh kalo Engkau memang melatih aku untuk menjadi orang yang lebih sabar, lapangkanlah hati ini, buanglah perasaan negatif yang ada dalam dada ini. Akhirnya aku diem, finee...

Udah ga ada solusi lagi, akhirnya aku bbm �tika n bilang kalo aku besok nyusul aja deh. Besok pagi aku scan aja ktpku n kuemail biar jls. Sabar...Alloh pasti kasih jalan. Aminn

Balik ke obrolan tadi siang sama adekku ini, sepertinya malam ini aku bulatin niat untuk nggak ngasih kado buat ulang tahunnya..sedih banget rasanya punya saudara kandung yang tega banget sama saudaranya sendiri. Padahal sepertinya aku juga nggak pernah itung2an sama dia. Kalo dia butuh bantuan juga aku nggak mikir dua kali..aku nggak mau jadi ngungkit2 kebaikan yang udah dikasih. Udhlah...cukup tau aja, ternyata dia.kaya gitu orangnya. Bukannya apa-apa,aku nggak jadi kasih kado karena ngerasa tersakiti n kecewa aja. Kok ada sih sodara kandung yang kaya gitu. Prihatin banget, kayanya hati dia udah mati. Tapi entah kenapa dia begitu gampang tersindir, padahal juga belum tentu mungkin ucapan orang lainn itu nyindir dia. Tapi kalo diingetinn nggak pernah ngerada. Sungguh terlalu...ya Alloh semoga Engkau segera menunjukkannhikmah atas segala kejadiann ini. Aku sebagai manusia terlalu bodoh n kadang terlambat untuk memahami hikmah atas segala kejadian yang ada..

Wednesday, 16 January 2013

kenapa dia selalu menganggap aku musuhnya

January 16, 2013 0 Comments
SEBELUM mempunyai anak, para orangtua pastinya memiliki gambaran indah mengenai bagaimana keluarga mereka nantinya. Para orangtua berpikir akan memiliki anak-anak berperangai baik, berbahagia, mencintai orangtua mereka, mengerjakan setiap tugas mereka, serta menghabiskan waktu berjam-jam penuh canda tawa dan bermain bersama.
Namun ketika para orangtua merasakan kehidupan nyata sebagai orangtua, mereka merasakan shock menghadapi realita interaksi anak-anak mereka satu sama lainnya. Angan-angan tentang memiliki anak-anak yang akur satu sama lainnya ternyata jauh dari harapan.
…Tak jarang anak-anak justru bertengkar karena hal-hal sepele, selalu bersaing untuk mendapatkan bagian terbaik dan terbesar dari segala sesuatu…
Tak jarang anak-anak justru bertengkar karena hal-hal sepele, selalu bersaing untuk mendapatkan bagian terbaik dan terbesar dari segala sesuatu; baik makanan, uang jajan, pakaian, dan lain sebagainya. Padahal orangtua mereka selalu menjadikan seluruh bagian anak-anaknya secara adil dan sama serta memastikan bahwa setiap anak mendapatkan pilihan yang baik. Intinya, sebagaimana dilansir dalam situs gaya hidup http://www.orato.com, interaksi anak-anak kerap diwarnai oleh rivalitas saudara kandung tak bertepi, yang terkadang rivalitas tersebut begitu destruktif dan membuat repot orangtua.
Sumber Rivalitas
Mengapa anak-anak Anda berkelakuan dengan cara yang keterlaluan dan tidak masuk akal? Daripada mengeluh dan berkeluh-kesah atas tingkah laku anak-anak, ada baiknya orangtua –terutama ibu— mempelajari beberapa prinsip penting tentang kasih sayang. Harap diingat bahwa orangtua adalah sosok paling penting di dunia bagi anak-anaknya. Ini merupakan fakta yang tak terbantahkan, bahkan jika anak Anda tidak mengekspresikan fakta tersebut dan bahkan apabila dia pada zhahirnya selalu menampakkan permusuhan terus-menerus.
Berbagi cinta dan perhatian orangtua dengan anak-anak terkadang mampu menghancurkan kekerasan hati anak-anak dan juga membuat mereka tidak nyaman serta gelisah. Namun perasaan gelisah dan ketidaknyamanan tersebut bukanlah kesadaran rasional alamiah di dalam diri anak-anak. Dan Anda, terkadang bisa terkejut karena mengetahui bahwa anak-anak Anda ternyata meragukan kedalaman cinta Anda untuk mereka, atau mereka merasa bahwa Anda tidak memperhatikan mereka.
Perbedaan Temperamen Anak-anak Bisa Memicu Konflik
Faktor lain yang mendorong anak-anak Anda tidak bisa bergaul akrab satu sama lainnya adalah berkaitan dengan temperamen individual mereka yang tidak dalam kondisi baik. Ini mengingat –contohnya— bagi anak-anak yang super aktif, mereka begitu sulit untuk memahami mengapa saudara kandung mereka bisa duduk tenang, asyik membaca, atau anteng bermain sendirian.
Sementara Gill Hines, seorang konsultan pendidikan menyatakan bahwa pertengkaran antar saudara kandung biasanya disebabkan berbagai faktor emosi. “Biasanya disebabkan oleh berbagai faktor seperti kecemburuan, kebencian satu sama lain atau daya saing saat berada di rumah,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Telegraph, Jumat (12/2/2010).
Penyebab pertengkaran ini bisa karena kakak yang merasa lebih berkuasa dan berhak untuk mengatur kendali, atau si adik yang terlalu sensitif dan manja. Namun ada juga yang disebabkan salah satu merasa tidak adil dalam mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya.
…Penyebab pertengkaran kakak dengan si adik bisa juga yang disebabkan salah satu merasa tidak adil dalam mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya…
“Akibatnya salah satu merasa terabaikan dan bisa memicu timbulnya percekcokan antar kakak beradik. Orangtua seharusnya bisa memisahkan keduanya, tapi tentu saja tidak dengan cara menyalahkan salah satu atau memarahi dengan suara keras,” ujar Suzie Hayman, penulis Parenting Your Teenager.
Bagaimanapun, jika mereka belajar untuk mengapresiasi perbedaan di antara diri mereka, dan menghormati berbagai aspek positif dari perbedaan itu, maka mereka akan lebih mumpuni untuk bisa belajar bagaimana mengapresiasi perbedaan di antara manusia di dunia yang lebih luas.
Apa yang Bisa Dilakukan Orangtua?
Sebagai orang dewasa, orangtua –terutama ibu— harus bertanggungjawab untuk memastikan bahwa kasih sayangnya tercurah melimpah kepada setiap anak. Ibu mesti ‘memperbarui’ kontaknya dengan setiap anak sesering mungkin sepanjang hari, satu demi satu, melalui kontak mata yang jernih dan suara yang bersahabat. Ibu harus menyediakan waktu untuk benar-benar mendengar dan memperhatikan perkataan anak-anak mereka. Karena apabila anak-anak merasa bahwa orangtua mereka tidak mendengar apa yang mereka katakan, maka mereka akan bertindak acuh dan mencari-cari perhatian dengan membuat ‘kekacauan’; salah satunya adalah dengan mengusik saudara kandung mereka.
Cinta di antara Saudara Laki-laki dan Perempuan
Ketika rivalitas di antara saudara kandung telah sampai pada level merisaukan, sejatinya di waktu yang bersamaan mereka telah siap untuk menjalin pertalian di antara mereka berdasarkan pertemanan dan cinta. Fakta bahwa mereka saling berbagi relasi cinta primer dengan sosok yang sama (Anda), dan mereka berdua merasa nyaman dalam relasi cinta tersebut, maka hal demikian membuat mereka merdeka untuk melihat saudara kandung mereka dalam perspektif yang positif.
..Ketika rivalitas sesama saudara kandung sampai pada level merisaukan, sejatinya mereka telah siap untuk menjalin pertalian mereka berdasarkan pertemanan dan cinta…
Namun, meski Anda telah berupaya memastikan anak-anak dekat dengan Anda dan meski perhatian individual telah tercurahkan kepada masing-masing anak, namun anak-anak tetap bercekcok dan bertengkar, maka tariklah nafas dalam-dalam; rileks dan tetap jaga selera humor Anda. Selama tindakan cekcok mereka tidak sampai pada tindakan yang bahaya dan mengancam jiwa salah seorang di antara mereka, maka Anda harus bersikap tenang, dan ambil tindakan persuasif yang menyentuh hati mereka.
Dan biasanya segenap pertikaian dan pertengkaran di antara saudara kandung merupakan salah satu jalan untuk meningkatkan skill untuk bergaul akrab antara satu sama lainnya.
…Dalam pertikaian dan rivalitas itu, anak-anak Anda tampaknya sedang mempraktikkan cara bernegosiasi dan melakukan manuver dalam memberi dan menerima…
Dalam pertikaian dan rivalitas itu, anak-anak Anda tampaknya sedang mempraktikkan bagaimana cara bernegosiasi dan bagaimana caranya melakukan manuver dalam memberi dan menerima. Setelah tertempa interaksi dengan saudara kandung, tak heran jika kemudian mereka cenderung mudah akrab dengan orang lain. Hal demikian mendorong mereka untuk membangun kemampuan bersosial mereka. Terakhir, orangtua yang menghadapi antagonisme anak-anak dengan humor dan cara menyenangkan, maka hal ini secara tidak langsung memberi anak-anak pengetahuan mengenai bagaimana caranya membebaskan diri dari stres. So, enjoy aja! [ganna pryadha/voa-islam.com]



Dikutip dari sebuah blog tulisan ini menginsipasiku nanti kalau aku memiliki anak. Ya!! belajar dari keadaan yang aku alami saat ini, saudara perempuanku selalu menganggap aku rivalnya, semacam saingan dalam segal sisi kehidupan, aku care sama dia dan pengen dia lebih baik dari aku, karena aku bersikap untuk lebih dewasa  sebagai seorang kakak. Tapi teryata dia terlalu naif untuk membuka hati dan bisa jalan beriringan sebagai saudara. Aku baru saja membaca blognya, dia menuliskan kalau dia lebih safety curhat di diary, okey aku menghargai privasi itu. Tapi sungguh kasiannya orang tuaku kalau sampai tidak tahu perkembangan anaknya yang sudah jauh melangkah dan tenggelam dalam kehidupan duniawi yang teramat fana ini. Betapa kasiannya orang tua yang nanti di akhirat apabila dimintai pertanggung jawaban karena anaknya yang jauh sekali dengan Allah,yang tidak pernah mau membuka hati, membuka mata dan pikirannya agar lebih jernih memilih jalan mana yang akan dilalui ke depan. Tidak hanya sekedar bersenang-senang saja, menikmati masa muda yang kita tidak akan pernah tau di depan kita akan menjadi seperti apa. Nggak perlu kita sibuk memikirkan orang lain, menkomentari mereka, karena toh kita juga belum sempurna. Lebih baik kita memantaskan diri kita agar lebih baik dan lebih baik setiap harinya. Tidak hanya mengeluh dan meminta sesuatu yang lebih tanpa kita sadar apakah kita sudah membahagiakan orang tua kita, minimal apakah kita sudah perduli sama mereka. Setidaknya menanyakan sesuatu yang simple kepada mereka, apakah mereka sudah akan apa belum. Sedih rasanya melihat tingkah lakunya yang terbuai dengan masa muda. Ya Rabb semoga kau bukakan pintu hatinya dan bisa segera hijrah lebih baik. Aminn

Thursday, 3 January 2013

Kenapa Bangga dengan sikap Apatis

January 03, 2013 1 Comments

Sedikit bingung dan ngerasa makin nggak nyambung sama sodara perempuanku ini. Kenapa bisa dia bangga dengan sikak bahkan sifatnya yang udah mendarah daging itu. Entah sejak kapan setan meracuni hatinya, sampai-sampai di usia yang udah bisa dibilang hampir 17 taon ini dia punya penyakit hati dan hampir mati mungkin hatinya. Kenapa aku bisa bilang begini? Dijamin deh siapa aja yang satu rumah sama dia nggak akan ngerasa betah (kecuali sesama manusia yang juga udah mati hatinya). Makin kesini bukannya makin introspeksi diri tapi makin takabur,,istigfar nak istigfar, apa sih yang mau kamu banggain? Allah memang belum murka, tapi masa iya harus nunggu Allah ngasih adzab, nhasih cobaan baru kitanya sadar? Kalau bisa kan nggak. Aku sebagai kakaknya prihatin banget lihat kelakuannya yang makin hari makin jauh sama Allah, makin nggak respek sama orang tua apalagi sama orang lain. Pertanda apa coba semua ini? Aku udah nyoba ngasih nasehat, tapi semua itu lewat begitu aja. Orang dia emang udah nggak respek sama orang lain, apalagi dengerin omonganku yang mungkin udah dia anggap pepesan kosong, akhirnya yaudah nguap gitu aja, nggak ada yang ngena di hati. Dan semua itu bikin aku ngerasa kok kayanya apa yang aku lakuin ini useless banget ya, semacam wasting time banget gitu. Suamiku bilang sih ni anak brutal malah sejak dia sekolah di MTs alias madrasah tsanawiyah, yang seharusnya bisa membentuk pribadi yang lebih baik malah nyetak alumni yang munafik. Sebenernya aku udah nggak mau komen sama kelakuan dia ini, tapi aku prihatin banget sama dia, karena aku care dan pengen dia berubah lebih baik. Mungkin memang kesalahan di awal, dia sekolah di MTs karena niat pegen mutihin kulit. Yes!! Kesalahan mendasar yang baru terungkap setelah dia lulus, pengakuannya pada saat ditanya sama suamiku, ya dengan terkekeh suamiku berkelakar " trus mana hasil kulit putihnya? Perasaan masih putihan aku ya, cakepan juga nggak?" Kalau udah kaya gini mah jadi panjang urusannya, udah salah dari awal sih niatnya begitu. Kasian banget ya mamaku yang selama ini udah bangga2in dia kmana mana, yang katanya pinterlah, berprestasi, selama sekolah di MTs nggak pernah kena rolling ke kelas lain dan selalu berada di kelas favorit. How sad :-[ padahal kenyataannya, udah berapa kali dia nyakitin perasaan orang tua dengan kata-kata kasarnya, seberapa lama dia mau denger cerita mama kalau mama butuh tempat cerita, berapa kali dia nolak kalo dimintain bantuan orang tua, dan banyak hal-hal buruk yang dia lakuin dirumah tapi berbanding terbalik dengan apa adanya dia di luar, sungguh pencitraannya juara banget. Kalau di rumah nggak manner banget, tapi kalau udah jalan sama temen dia berubah jadi seolah olah pribadi yang baik dan menyenangkan. Kapan kamu bisa kaya gitu kalau di rumah? Kasian banget deh ngeliatnya..

Banyak hal yang sebenernya aku ngerasa nggak suka banget sama dia, yang paling utama sih masalah orajg tua. Dia bener-bener anak kurang ajar banget menurutku, bisa-bisanya dia nyuruh orang tua ini itu, emang orang tua pembantu apa. Bukan kok dibantuin, diringanin bebannya malah dia yang mrintah sana sini. Bahkan yang paling tragis pernah kejadian di depan mataku, dia nyuruh mamaku beli batrei jam di toko depan rumah, tinggal ngelangkah aja dia nyuruh orang tua. Alesannya pun nggak banget, masa iya cuma karna males ganti baju x) haloo?? Capek banget deh dengernya, bukannya kamu emang sering ga pake jilbab n foto2 tanpa jilbabmu udah berkeliaran dimana mana. Yang kamu share di sosmed, bbm dan banyak media. Ironi sekali. Rasanya ini orang butuh di rukyah deh. Sedikit punya hati bisa nggak sih sebenernya..

Semalem aku liat di personal statusnya di bbm, dia share tentang blog barunya..dan yang bikin aku spikless kok ada sih orang yang bangga sama sifat n sikap apatisnya. Bangga gitu sama sifat nggak pedulinya, apa kamu nggak pernah mikirin perasaan orang sih? Apa kamu nggak pernah belajar berempati sama orang lain, nggak pernah mencoba berpikir kalo ada di posisi sebagai orang yang dicuekin padahal kamu lagi butuh banget bantuan. Kok sampe sebegitu apatisnya terus jadi nggak peduli sama siapa aja. Bahkan orang tua. Coba dibalik kalo orang tua cuek sama kebutuhanmu, trus kamu mau minta sama sapa. Hidup kamu masih tergantung sama orang tua nak, jangan sombong takabur dan penyakit hati lainnya. Berubahlah sedikit..

Tuesday, 1 January 2013

10 alasan belum berhijab dari GREAT MUSLIMAH INDONESIA

January 01, 2013 0 Comments

Berikut adalah beberapa alasan yang biasanya dikemukakan seorang muslimah yang belum berhijab. Siapa tahu ada yang pas dengan alasanmu saat ini sehingga keinginanmu berhijab terus menerus terhambat, silakan cek penjabarannya. InsyaAllah tepat kena hatimu, dear Great Muslimah..

1. BELUM SIAP
Ini alasan yang paling sering diutarakan oleh para muslimah yang belum berhijab. Tahukah, kata siap-tidak siap, mau-tidak mau, itu urusannya dengan pribadi kita. Kita yang menentukan, bukan atas pengaruh di luar diri. Jadi ketika kita bilang “Tidak siap” dalam melakukan hal apapun, itu berarti kitanya yang memang menentukan diri kita tidak siap. Jadi, cara agar kita siap berhijab? Yakinkan kita siap, sesederhana itu. Alasan belum siap hanyalah fatamorgana buatan diri kita akibat tekanan arus modernisasi yang begitu kuat dan tajam. Wahai Great Muslimah.. yakinkan bahwa janji Allah yang kekal jauh lebih indah daripada sekedar penilaian manusia atas keindahan rambutmu.

2. MENGHIJABI HATI DULU
Ini juga merupakan alasan favorit nomor dua setelah “ketidaksiapan”. Wahai Great Muslimah.. menghijabi hati itu absurd. Tidak jelas sampai titik mana kita disebut sukses menghijabi hati. Hijabilah yang sudah jelas-jelas tampak, yang sudah jelas-jelas diperintahkan oleh-Nya. Pahamilah, menghijabi hati akan berlangsung dengan sendirinya setelah kita menghijabi kepala. Tidak yakinkah? Ya mungkin karena memang belum dicoba. Silakan dicoba dahulu, dan temukan hatimu senantiasa bergerak menuju kebaikan, lebih bershaja, anggun, dan lembut.

3. BELUM DAPET HIDAYAH
Hidayah itu sudah Allah sebar ke seluruh penjuru dunia. Tidak yakin karena tidak semua orang mendapat hidayah? Hehe.. memang betul, tidak semua orang mendapatkan hidayah yang sudah Allah sebar. Tapi bukan karena Allah tidak menghantarkan, melainkan karena pada hakikatnya hidayah itu DIJEMPUT, bukan DITUNGGU. Kalau hidayah menghampiri sesorang, biasanya sudah berubah wujud dan berganti nama menjadi azab. Ya.. kalau memang mau dihampiri hidayah tanpa berupaya, tinggal tunggu waktu datangnya azab. Hidayah dijemput melalui siapa saja, apa saja. Bahkan ketika hatimu bergetar ingin berhijab, itu sudah merupakan hidayah. Hanya sayangnya, seringkali ditepis berulang kali. Jangan menunggu hidayah itu berubah wujud.

4. TAKUT KALAU SUDAH PAKAI, NANTI DIBUKA LAGI
Pakai saja belum, sudah suudzon begitu. Hehehe. Wahai Great Muslimah, ini alasan yang dibuat-buat. Cobalah dulu kenakan, rasakan dengan hati, lihat perubahan-perubahan dalam dirimu. Rasa ingin membuka hijab setelah menggunakannya itu ilusi syaitan yang memang pada hakikatnya harus mengganggu manusia. Lagipula, sehebat apa rasa malumu ketika sudah gunakan hijab kemudia dibuka kembali. Orang begini biasanya sangat peduli dengan pendapat orang terhadapnya, makanya plinplan. Sungguh pastilah ada rasa yang tidak dapat terdeskripsikan ketika hijab menyentuh diri. Sudahlah, kenakan saja dulu, dan buktikan perkataan saya ini benar.

5. MASIH BANYAK YANG BERHIJAB TAPI MAKSIAT
Kalau bicara soal jumlah, yang tidak berhijab sambil maksiat juga banyak. Sudah maksiatnya jelas dosa, tidak berhijab pula. Paket komplit untuk membeli tiket ekspress tambah dosa. Jelaslah sudah, alasan yang ini sangat dibuat-buat. Yang jadi tolak ukur keutamaan berhijab bukanlah maksiat tidak maksiat, tapi keikhlasan dalam meraih ridho Allah. Barangsiapa ternyata menemui banyak muslimah berhijab namun perilakunya tidak mencerminkan keanggunan, maka berhusnudzanlah kemudian mantapkan hati untuk tidak mengikuti. Bahkan, jadilah perpanjangan tangan Allah untuk sampaikan pada kawan muslimah tersebut, sebagai bentuk rasa sayang kita terhadap saudari sesama Great Muslimah.

6. BERHIJAB ITU KAMPUNGAN
MasyaAllah kasar sekali ya, hehehe. Tapi tahukah, jika yang berhijab dianggap tidak gaul, seperti orang kampung.. maka yang tidak berhijab dan berpakaian ‘kurang bahan’ itu seperti manusia purba. Kenapa manusia purba? Coba diingat-ingat, zaman purba manusia tidak ada yang mengenakan pakaian, hijab apalagi. Sama dong ya, hehe. Maaf kalau kasar, tapi alasan berhijab itu kampungan pun sangat kasar. Dan parahnya, itu kalimat kasar bagi perintah Allah, yang menciptakanmu. Betapa sombongnya, sudah diberikan nikmat hidup, giliran dimintai hal sederhana menutup aurat saja sulit sekali dan banyak alasan. Astagfirullah..

7. BERHIJAB ITU GERAH
Panasnya dunia akibat sinar matahari itu tidak seberapa dibandingkan panasnya api neraka. Meskipun saya belum pernah melihat neraka, setidaknya isi Al Qur’an sudah berulang kali menggambarkan situasinya. Betapa kita manusia tidak akan kuat menahan panasnya. Yang hebat menahan pun tidak akan tahan, sebab siksaannya kekal, abadi. Jadi, bukankah lebih baik menahan gerah dunia daropada harus masuk bergerah-gerah di tempat buruk yang kekal.

8. TAKUT KEHILANGAN/TIDAK DAPAT PEKERJAAN
Rezeki itu Allah yang kasih, setuju? Nah, Allah punya perintah dan larangan. Mana mungkin mau Allah beri rezeki berlimpah bagi orang-orang yang mengabaikan perintah-Nya dan justru menjalani larangan-Nya. Pikiran dangkal soal pekerjaan tidak akan menghampiri yang berhijab itu sekali lagi merupakan tekanan arus dunia modern yang kuat dan tajam. Yakinlah ketika kita tidak mendapatkan perkerjaan akibat berhijab, maka perkerjaan itu memang tidak baik bagi kita. Dan temukanlah keajaiban bahwa ternyata diri muslimah yang berhijab ini banyak dihampiri oleh pekerjaan-pekerjaan yang penuh berkah dimana hijab dan dirinya sangat dihargai. Percayalah, mustahil bagi Allah menyempitkan rezeki orang-orang yang melaksanakan perintah-Nya dengan penuh keridhoan.

9. NANTI JADI JELEK
MasyaAllah. Hehehe, alasan ini lucu kalau mau dikomentari. Memangnya tanpa hijab, kamu cantik? Hihi, bercanda. Tapi menurut pengalaman dan pengamatan saya, semua wanita berhijab itu bertambah kecantikannya. Plus nambah kecantikan inner-nya. Untuk alasan satu ini hanya bisa bilang, sesungguhnya kecantikan paras dan raga itu tidak kekal. Ada saatnya kelak semua luntur tanpa ada yang bisa kita pertahankan bahkan dengan krim kecantikan sekalipun. Kecantikan hati dan iman, itulah yang kekal. Hijabmu adalah langkah pertama menuju proses penyempurnaan kecantikan hati dan iman yang kekal.

10. SEMUANYA BUTUH PROSES DAN WAKTU
Betul sekali. Semua perubahan butuh proses dan waktu. Hanya saja, tahukah kita seberapa banyak waktu yang tersisa untuk hidup kita? Lebih tepatnya lagi, masih banyakkah waktu kita? Atau jangan-jangan sudah sempit sedangkan kita tidak mengetahui. Saya doakan semoga masih ada waktu yang panjang agar sempat bertaubat kemudian berhijab. Tapi menurutku, lebih baik kenakan saja hijabnya, kemudian jalani prosesnya dan dapatkan hatimu penuh ketenangan karena tidak lagi dikejar-kejar waktu. Setelah berhijab, giliran berproses dalam memperbaiki kualitas diri. Lebih nyaman kan wahai Great Muslimah..


Ketahuilah, kehidupan di dunia itu tidak lebih dari 2% dari total kehidupan seluruhnya. Tapi dengan 2% itulah kita menentukan nasib 98% kehidupan kekal seluruhnya. Wahai Great Muslimah, yuk mulai sekarang berhentilah hanya memikirkan dunia, dunia, dan dunia. Bersenang-senang, jalan-jalan, shopping, dan nongkrong, sangat boleh dilakukan, tapi tanpa mengabaikan ibadah pada Sang Pencipta, salah satunya yang mudah sekali, berhijab.
“Bekerjalah kamu seakan-akan kamu hidup selamanya di dunia, tapi beribadahlah kamu seakan-akan kamu mati esok.”

kufur nikmat 1

January 01, 2013 0 Comments
Ini dia artikel yang aku copas dari eramuslim, sebagai pembelajaran dan penguat hari> Semoga bermanfaat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Amin


Mengingkari Nikmat Allah, baik yang kelihatan atau yang tidak kelihatan, baik yang mudah difikirkan atau yang memerlukan pengkajian secara mendalam
 
Karena segala nikmat itu datangnya dari Allah SWT, kita telah meyakini bahwa pengertian Tuhan Yang Maha Kuasa adalah Dia sebagai Murabbi, Pemimpin Yang Maha Tinggi dan Pemberi nikmat. Bahkan kita harus meyakini bahwa suatu bencana yang menimpa kita pada hakekatnya dari Allah, Dia adalah selaku Pemberi nikmat dan Penghalangnya. Sebab dalam urusan memberi dan menahan nikmat bukan urusan manusia, tetapi sepenuhnya hak Allah SWT.
Allah berfirman :
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni’mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni’mat Allah). (Ibrahim :34)
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu ni’mat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan. (Luqman :20)
Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa , maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”. Karun adalah salah seorang anak paman Nabi Musa a.s.
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.
(Al Qashash 76-78)
Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (At Taghabun 11)
Maka apabila mereka naik kapal mereka mendo’a kepada Allah dengan memurnikan keta’atan kepada-Nya ; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah) (Al Ankabut 65)
Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya ni’mat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi ni’mat itu hanyalah karena kepintaranku”. Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.
Sungguh orang-orang yang sebelum mereka (juga) telah mengatakan itu pula, maka tiadalah berguna bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan.
Maka mereka ditimpa oleh akibat buruk dari apa yang mereka usahakan. Dan orang-orang yang zalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri.
Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman (Az Zumar 49-52)
Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.
Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata: “Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan datang. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisiNya.” Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras.
Dan apabila Kami memberikan ni’mat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdo’a. ( Fushilat 49-51)
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab [1098]: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni’mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (An Naml 40)
Dan apa saja ni’mat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.
Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari pada kamu, tiba-tiba sebahagian dari pada kamu mempersekutukan Tuhannya dengan (yang lain)
Biarlah mereka mengingkari ni’mat yang telah Kami berikan kepada mereka; maka bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya). (An Nahl 53-55)

Awal Tahun 2013

January 01, 2013 0 Comments
Awal tahun 2013, diawali dengan kabar kurang mengenakkan di siang bolong. Papa masuk UGD (again dan again). Semua saya terus kuat Ya Alloh. Bersyukurlah kalian teman-teman, yang masih punya kedua orang tua yang sehat, yang bisa menjalankan segala aktifitasnya, masih aktif jalan-jalan pagi, masih aktif pengajian...bersyukurlah kepada Alloh atas limpahan karunia dan nikmatNya. Kita, manusia seringkali kufur terhadap apa yang telah Allah berikan kepada kita, padahal jika kita menghitung tidak akan pernah bisa kita menghitung segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita sampai detik ini. Baru saja aku membicarakan kelakuan adikku yang sudah teramat kelewatan tapi aku sendiri semacam stuck harus nasehati dia dengan cara apalagi.

Dia udah keterlaluan sih makin kesini, tadi pagi mamaku menelepon aku lagi lagi dia bikin ulah. Masalah pembalut cerita pagi ini. Masa iya dia nyuruh mamaku buat beliin pembalutnya, udah ga punya hati apa ini anak. Ya Alloh bukakan mata hatiya untuk bisa lebih menghormati orang tuanya. Aku sebenarnya udah biasa liat kelakuan dia yang bossy banget, tapi ya gitu dari kmaren-kmaren mamaku tuh sukanurutin apa kemauan dia, hasilnya ya gini ni makin kesini makin manja n tergantung sama orang. Hobinya kok nyuruh, akhirnya aku bilang sama mamaku udah biarin aja ntar kalo butuh masa iya dia tetep ngedekem di rumah. Udah disaranin juga kalo emang mau beli ada supermarket yang deket banget sama rumah, tinggal nyukkk udah nyampe, gak ada sekilo dari rumah. Sepeda juga ada tinggal berangkat aja apa susahnya sih, orang kebutuhan dianya ndiri. Apalagi kalau mamaku nitip yang ada malah nyolot "orang buat aku ndiri aja malas apalagi kok titipi ma, ke apotek lagi. Haishh..." dan ngeloyor aja dia. Payah banget sih dia ini...huhuhu


Eh pulang-pulang dinasehatin orang tua, mbok ya jadi orang itu yang bersyukur...kok ga ada rasa bersyukur2nya sama sekali kamu ini. Dianya malah ngeloyor aja ke atas. Kamar dia kan di atas, dan dia nggak pernah turun ke bawah selain disuruh, butuh makan atau duit ato kalo ada kepentingan. Seriuss, keterlaluan nya udah nggak bia ditolerir..:((


Mama nelpon aku sampe jam 10 tadi, di rumah ada bikin nasi kuning. Ga tau juga sih, kata mama ngerayain taon baru aja jadi bikin nasi kuning..

Eh jm 12, abis aku sholat dzuhur mama nelpon lagi katanya si papa dibawa ke UGD katanya karena lendir lagi jadi susah dipake nafas. Ya Allah cobaan apalagi ini. Di saat aku lagi mau sidang tesis..hidup memang berat, gak ada yang mudah di dunia ini. Sabar aja penolongnya, do'a penentramnya. Ya Alloh semoga papa segera baikan n bisa pulang. Kasian banget, kmaren abis pulang dari rumah sakit akibat sakit mendadak. Aku pengen papa sehat lagi n aku pulang bawa gelar kelulusanku. Aminn