There was an error in this gadget

Monday, 27 November 2017

Terimakasih Anakku

November 27, 2017 0 Comments

Salah satu kebahagiaan dalam hidup saya adalah saat menatap berlama-lama wajah kedua anak laki-laki saya yang sudah tertidur pulas di malam hari. Mengenang detik demi detik, hari demi hari, tahun demi tahun yang telah kami lalui bersama. Anak-anak yang mengajarkan banyak hal kepada orangtuanya, baik dalam tangisnya maupun dalam tawanya. Anak-anak yang menjadi penyejuk hati dan mata kedua orang tuanya.
Ketika masih bayi, belajar merangkak, melangkah tertatih-tatih hingga mulai belajar membereskan tempat tidurnya dan terjatuh saat belajar naik skuter, anak-anak seperti mengingatkan saya untuk tidak terlalu bergegas, tergesa-gesa dan terburu-buru menjalani kehidupan ini. ''Tanganku masih kecil, kakiku masih belum kuat melangkah, genggam erat tanganku, jangan berjalan terlalu cepat. Kelak, aku juga dapat berjalan beriring bersamamu, mama dan papa.''
Tatapan matanya begitu bening, begitu polos. Ya,  anak-anak kecil belum melihat banyak hal di luar rumah. Tapi tatapannya seperti mengingatkan saya, ''Aku belum banyak melihat, dan kelak beri aku kesempatan menatap dan mengarungi dunia dengan aman. Jangan batasi aku dengan sedikit-sedikit melarang untuk tidak melakukan ini-itu. Laranglah, bila itu memang sangat perlu untuk dilarang.''
Anak-anak jaman sekarang, sekali kita ''meleng'' sudah berubah menjadi besar. Menjadi bukan anak-anak lagi. Ia tak mau lagi dipeluk, apalagi di depan teman-temannya. Ia tak mau lagi diajak jalan-jalan bersama, karena ia sudah punya teman bermain sendiri, dan sudah punya jadwal sendiri. Tak peduli sejenak kepadanya, seperti ada garis waktu yang hilang, di mana saat itu anak-anak sebenarnya berharap mendapat penjelasan tentang dunia yang akan dihadapinya kelak.
Tak jarang, anak-anak membangkitkan rasa kesal. Rasa amarah, meski kemudian saya sesali sendiri, kenapa saya mesti marah? Tatapan matanya, dan linangan air matanya, seperti menyadarkan saya, bahwa ia masih anak-anak. Perasaannya lembut. Ia sedang belajar mengenali dirinya, meminta diperlakukan, sebagaimana saya ingin diperlakukan oleh orang lain. Tidak harus dihadapi dengan bentakan.
Anak-anak kita tentu membutuhkan dukungan dan dorongan untuk tumbuh dengan baik. Untuk menghadapi masa depan, yang berbeda sama sekali dengan masa-masa yang pernah dihadapi orangtuanya. Mereka tak menutup pintu untuk menghadapi konsekuensi atas perbuatannya yang salah. Tetapi ia membutuhkan penjelasan, mengapa perbuatan itu salah. Jika tidak, hukuman yang kita berikan, apalagi diselip perasaan benci, akan tertanam di batinnya, dan kelak bisa berbuah dendam.
Tak jarang pula, kita memaksakan kehendak. Dari mulai urusan berpakaian, makanan, bahkan pilihan sekolah. Padahal, baik menurut kita, belum tentu baik menurut mereka. Pantas menurut kita, belum tentu pantas menurut mereka. Mari jujur bertanya ke diri sendiri, apakah pilihan kita itu untuk menyenangkan mereka, atau hanya untuk memenangkan gengsi kita di hadapan orang-orang?
''Papa, Mama, beri aku kesempatan belajar mengambil keputusan untuk diriku sendiri. Beri aku kesempatan untuk mengalami kegagalan atau berbuat kesalahan sehingga aku dapat belajar dari hal itu. Bantu aku untuk mengatasi kegagalan dan memperbaiki kesalahan sehingga kelak di masa depan aku sudah siap mengambil keputusan yang tepat untuk hidupku.'' Mungkin itu sebagian ungkapan hati mereka yang belum bisa tersampaikan kepada kami orang tuanya.
Anak-anak juga tak suka untuk dibanding-bandingkan dengan adik atau kakaknya, dengan saudara-saudara lain dan juga dengan orang-orang lain. Mama tahu itu karena Mama pun pernah mengalami masa dibanding-bandingkan dengan orang lain oleh orang tua Mama. Namun, entah kenapa, masih saja kerap kali keluar kalimat, ''Contoh dong mas, anak baik, selalu nurut, makanya dia jadi anak pintar.'' Pertanyaannya, predikat ''pintar'' dalam kalimat itu adalah untuk kebahagiaan anak atau untuk kebanggaan dan kebahagiaan kita sebagai orangtua? ''Siapa dulu dong, mamanya?''
Setiap ada postingan yang mengingatkan Mama untuk memberi lebih banyak waktu untuk bermain dengan buah hatinya, selalu menimbulkan tetes mata yang menyeruak dari ujung mata Mama. Yang kurang lebih mengatakan;  Mama, hari ini anakmu tidak seperti kemarin. Hari ini ia lebih tua satu hari dari kemarin. Ia lebih besar satu hari dari kemarin, dan waktu kemarin yang berlalu itu, tidak akan pernah terulang kembali. Mama sempatkan lah bermain dengan anakmu. Karena setiap hari baru, Mama akan kehilangan satu kesempatan untuk bermain diusianya di hari itu. Dan waktu itu, tidak akan pernah kembali lagi 
bermain tembakan air, mewarnai, membuat parkiran mobil, petak umpet, potong dan tempel, mengaduk adonan, mencuci beras... Semua itu hal kecil, tapi akan senantiasa terpatri di hati dan akal anak-anak kita. 
Pada akhirnya, jika ruh sudah dikeluarkan dari jiwa, bukan mainan mahal yang akan dikenang oleh mereka. Bukan pula buku sampul tebal berwarna warni yang tertumpuk apik di ruang baca. Bukan mobil mewah dan rumah besar, liburan keluar negeri yang akan terngiang-ngiang di telinga dan akal mereka. Tetapi hal kecil, cerita kecil sebelum tidur malam, kecupan serta pelukan. Lelucon yang bikin ketawa sampai sakit perut. Bermain dengan tepung sampai wajahnya berubah putih. Bercanda, gelitikan, main bisik-bisikkan, main bayangan. Itu yang akan diingat. Itu yang akan dikenang, itu...
Kasih sayang tidaklah mahal.
Waktu adalah benda termurah yang paling berarti, yang bisa Mama beri pada orang yang sangat Mama cinta.
Sebelum, terlampau letih
Sebelum naik intonasi karena berantakannya rumah hari ini. 
Sungguh, anak-anak tidak perduli akan semua itu. Lepaskan penat dengan bercanda bersama mereka, membacakan buku yang sejak tadi diminta untuk tolong dibaca oleh mereka.
'Mengasuh itu, adalah membuat kenangan'
Jadi,
Kelak ingin seperti apakah engkau dikenang?
Kehadiran anak-anak adalah karunia, lebih dari segalanya, anak adalah hadiah terindah dari Allah. Sudahkah kita memperlakukan mereka sesuai kehendakNya?
Hari ini, saya bisa menjawab: belum!
Maafkan mamamu, Nak....
Terimakasih atas segala kesabarannya, pengertiannya dan kelapangan hati menghadapi mama yang jauh dari kesempurnaan.
Tulisan ini, curahan hati saya dari seorang mama yang belum rela membagi waktu mengasuh anak dengan profesi. Mama yang harus terus belajar untuk sabar dan menahan amarah. Terimakasih mba Juli sudah memilih tema "curahan hati untuk buah hati" sehingga menjadi pengingat pada diri yang masih lemah iman ini agar selalu mengingat bahwa anak-anak adalah titipan harta yang sangat berharga dari Allah.


Friday, 17 November 2017

QOTD : Air berasal darimana sih, Ma?

November 17, 2017 0 Comments


Sudah tiga hari kami berada di kota Jakarta dan hujan pun mengguyur ibukota negara tercinta. Rupa-rupanya musim hujan sudah merata ke seluruh Indonesia. 
Pertanyaan yang muncul dari diskusi kita hari ini adalah berasal darimanakah air? Gimana ya Allah menciptakan air? 

Air, betapa dengan air ini kita bisa hidup. Betapa dengan air ini makhluk-makhluk bisa hidup karena dihidupkan oleh yang Maha Hidup.
Semua makhluk yang ada di langit dan di bumi semua bertasbih kepada Allah SWT, Rabbul ‘alamiin, masing-masing memiliki cara untuk bertasbih sendiri. Setiap waktu, setiap saat bertasbih kepada Allah SWT.
Dan manusia yang mau bertasbih adalah orang-orang muslimin, yang mau meletakkan dahinya di tempat yang rendah, demi bersujud kepada Allah SWT, Dzat Yang Maha Suci, Yang berhak untuk disembah.
Ketika kita tidak bisa tidur, lebih baik kita mengambil wudhu dan kemudian bertasbih, berdzikir, memuji asma-Nya. Ketika memiliki begitu banyak masalah yang menghimpit dada, maka bersegeralah untuk menghadap-Nya. Jangan keras kepala untuk menyelesaikannya sendiri, sampaikan kepada Allah, Yang Maha Menyelesaikan Masalah.

#1. Ayat-ayat air dalam Al-Quran 
[Q.S  An-Nur : 43]
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ وَيُنَزِّلُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ جِبَالٍ فِيهَا مِنْ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَصْرِفُهُ عَنْ مَنْ يَشَاءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِ يَذْهَبُ بِالْأَبْصَارِ
Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian) nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. 

➡Ketika melihat awan yang bergerak, maka sudah semestinya fokus kita kepada Allah SWT, memuji keindahan ciptaan-Nya. Itulah yang membedakan kita dengan orang-orang kafir.
Dalam ayat ini, Allah tidak hanya membicarakan tentang peristiwa hujan, namun juga membicarakan tentang kilat.
[QS. Al-Mulk : 4]
ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنْقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ
Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah. 

➡Dalam ayat ini, kita diminta untuk memperhatikan ciptaan-Nya berulang-ulang. Kita perlu effort, tenaga, riset, dan usaha untuk melihat kesempurnaan ciptaan Allah SWT. Maka, dengan cara itu kita senantiasa akan terus menerus bertasbih, memuji Kebesaran Allah SWT melalui ciptaanNya.
[QS. Al-Furqan : 48]
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا
Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih. 

➡Dalam ayat ini Allah  SWT menyebutkan bahwa hujan turun sebagai Rahmat, “Ma’aan thohuran, air yang sangat bersih”, inilah sifat air hujan. Namun manusia seringkali menyebut bahwa hujan itu sebagai pembawa bencana. Sebenarnya yang membawa bencana bukanlah air hujannya melainkan tindakan manusia yang melampaui batas sehingga membuat keseimbangan alam terganggu yang mengakibatkan ketika turun hujan terjadi bencana banjir.
[QS. Al-Anfal : 11]
إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ
(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu). 

➡ Dalam ayat ini menjelaskan bahwa fungsi hujan adalah untuk menyucikan, untuk membersihkan. Hal ini terjadi pada saat perang Badr. Waktu itu, pasukan muslimin hanya sekitar 300 orang sedangkan lawannya adalah sekitar 1000 orang. Karena sangat khawatir, Rasulullah meminta pertolongan kepada Allah SWT. Kemudian Allah pun memberikan kekuatan dan ketenangan, yaitu dengan menurunkan hujan. Dimulai dengan diberikan rasa kantuk, kemudian diturunkan hujan. Sehingga dengan turunnya hujan tersebut bisa digunakan untuk membersihkan diri.

#2. Darimana Asal Air
Pada awal penciptaan bumi, kondisi permukaan bumi sangat panas. Tekanan dan temperaturnya amat sangat tinggi. Maka jelaslah tidak ada air saat itu. Lalu darimana datangnya air?
“Hujan berasal dari gumpalan awan dan juga dari gunung-gunung.”
Dan ilmuwan cukup lama mempertanyakan darimana asalnya  air? Apakah dari bawah permukaan bumi?

Distribution of Earth’s Water
Earth’s Water, terdiri dari :
– Saline, Oceans : 97%
– Fresh water : 3%
Fresh Water :
– Ice Caps, Glacers : 68.7 %
– Ground Water :  30.1%
– Surface Water : 0.3 %
– Others : 0.9%
Fresh Surface Water :
– Lakes : 87%
– Swamps : 11%
– Rivers : 2%
Nilai dari data jumlah air tersebut kalau dihitung pada kenyataannya selalu kurang, padahal jumlah air selalu mengalami penambahan. Penambahan air ini dari mana?
Komet pembawa kristal es
Temuan mutakhir menunjukkan bahwa air berasal dari komet pembawa kristal es yang kemudian membentur atmosfer bumi dan berurai menjadi uap air di atmosfer bumi. Uap air ini akan bergabung dengan uap air lainnya yang berada di awan.
[QS. An-Nahl : 65]
وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan pelajaran
[QS  Al-Mukminun : 18]
وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ
Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya
Allah SWT menurunkan air dalam suatu ukuran, tidak terlalu banyak dan juga tidak kurang. Hal ini menetap di bumi. Bagaimana jika Allah melenyapkannya kembali?
Mari kita berpikir, apa yang akan terjadi ketika Bumi sedikit saja mendekat ke matahari? Tentu saja akan terjadi kenaikan temperatur, “heating up”, akan terjadi penguapan terus-menerus, sehingga lautan bisa lenyap. Inilah kuasa Allah. Atau dengan cara-cara Allah lainnya yang tidak akan pernah terpikirkan oleh kita.
Sudah sepantasnya kita bersyukur kepada Allah SWT, karena Dia sudah menurunkan air dengan ukuran yang cukup. Air ini ditetapkan di bumi bukan karena tanpa alasan. Hal ini berkaitan dengan adanya gaya gravitasi. Bayangkan jika bumi dijauhkan dari matahari, maka akan temperatur akan semakin dingin, air pun akan membeku dan kita tidak bisa melakukan apa-apa dengan air ini. Inilah salah satu hal yang membuktikan kebenaran tentang Al-Qur’anul Karim. Ketika posisi gravitasinya kecil, ini akan mempengaruhi temperatur dan tekanan, sehingga air akan berubah wujud menjadi es.

#3. Rahasia Air Dalam Al-Qur’an :
- Al-Qur’an mengelompokkan berdasarkan kejernihannya :
1. Al-Qur’an menyebut Al maa’ al muqthir (air hujan) : air yang membersihkan.
2. Al maa’ al furaat (air tawar) : Air yang biasa kita minum dari sumur atau air sungai.
3. Air laut yang mengandung kadar garam disebut dengan Al maa’ al ujaj.

1. Al maa’al Muqthir
[QS  Al Furqan : 48]
وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا
Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih
- Air suling, filtrasi. Air yang dididihkan pada suhu 100 derajat celcius hingga menjadi uap, kemudian dikondensasi membentuk butiran air. Dengan kadar-kadar kejernihan tinggi/sangat jernih.
- Air hujan, air suling yang paling baik.
Sains dan teknologi telah menunjukkan hal ini. Air yang ada diuapkan, kemudian dikondensasi, kemudian diturunkan dalam bentuk hujan. Jadi ketika Allah SWT menyebut hal ini tidak sembarangan. Air hujan ini memiliki karakteristik tertentu.
- Air hujan mampu menjadi pembersih (udara, kulit), menyerap kotoran yang ada.
Jadi sebenarnya ketika orang tua melarang main hujan-hujanan karena takut sakit itu yang berbahaya bukan air hujannya. Air hujannya bersih, namun di sekitarnya banyak mengandung polutan dan air hujan ini berfungsi untuk membersihkan udara. Pembasmi kotoran terbaik. Yang mampu mensterilkan, membersihkan bumi yang tercemar. Sehingga ketika air hujan yang bercampur dengan polutan ini mengenai badan dapat menyebabkan sakit.
- Thohuran menghilangkan berbagai kotoran. 

2. Al maa’ Al furaat
[QS. Al-Mursalat : 27]
وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًا
dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar
Air ini memiliki beda fungsi
– Al maa’ al furaat berarti nikmat rasanya
– Berbeda dengan air hujan, yang memiliki kemampuan membasmi bakteri, kuman, tidak memiliki rasa.
– Air yang kita minum (sumur, sungai, mata air) terasa segar karena mengandung mineral yang bermanfaat untuk kehidupan manusia, tumbuhan, dan hewan.
– Air mengandung 13 unsur garam mineral. Diantaranya N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, Cl.
Ini merupakan mukjizat yang luar biasa. Rasulullah SAW belum tahu ini sebelum Allah SWT memberi tahu. Sains dan teknologi telah membuktikannya.

3.  Al maa’ al ujaj (Air asin)
[QS. Fathir : 12]
وَمَا يَسْتَوِي الْبَحْرَانِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَائِغٌ شَرَابُهُ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ ۖ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُونَ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُونَ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا ۖ وَتَرَى الْفُلْكَ فِيهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan tiada sama (antara) dua laut; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya, dan pada masing-masingnya kamu lihat kapal-kapal berlayar membelah laut supaya kamu dapat mencari karunia-Nya dan supaya kamu bersyukur
Ini berbeda dari air suling.
Yan ini adalah air yang asin dan pahit. Hal tersebut menandakan bahwa mineral-mineral yang ada di laut sangat besar.
Ini adalah kuasa Allah SWT.

Menakjubkan !!!
– Mengapa Allah SWT menyebutkan dua macan air dengan 2 sifat : asin dan pahit?
– Sementara air hujan hanya satu, yaitu thahurun
– Bukan sekedar pengulangan kata, namun mengandung keistimewaan yang luar biasa. Ujaj berarti melebihi batas. Ta’ajjala melampaui dan melebihi. Ini karena air tersebut mengandung kadar garam yang tinggi. Tidak cukup dengan milhun (asin), tapi juga ujaj. Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

#4. Air Dalam Tubuh Manusia.
- Tubuh manusia terbuat lebih dari 70 % air :
– Kebutuhan air masing-masing organ tubuh
– Otak : 75%
Jika kurang dari itu, maka akan terjadi gangguan. Misalnya cara berpikirnya lemah. Kurang konsentrasi dan fokus.
Jantung : 86%
Paru : 86%
Liver : 86%
Ginjal : 83%
Darah: 83%
Otot : 75%
Tulang : 22%
Seluruh organ tubuh kita membutuhkan air. Analoginya seperti ketika kita menanam tanaman dari bibit sampai tubuh besar, apa yang dibutuhkan selain pupuk (makanan), yang selalu kita berikan setiap hari?

➡ Air. Tidak ada tanaman yang tidak membutuhkan air. Oleh karena itu, jika kita ingin sehat, harus rajin minum air. Karena saat ini gaya hidup kurang sehat menyebabkan penyakit mewabah. Salah satu contohnya adalah diabetes. Ini adalah penyakit yang diakibatkan karena gaya hidup yang kurang sehat. Kita bisa mencegahnya dengan menerapkan gaya hidup sehat.
Karena itu kita perlu pola hidup yang mencukupkan minum air. Dan perlu diprogram. Minimal 2 liter/hari.

#5. Fungsi Air Bagi Tubuh
- Fungsi terbesar air adalah untuk melancarkan aliran darah dan mendorong metabolisme.
– Air berfungsi menghidupkan kehidupan bakteri dalam usus dan enzim.
– Air berfungsi mengeluarkan kotoran dan racun (dioksin, polutan, bahan-bahan tambahan makan yang bersifar karsinogen).
– Air berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Note : Waktu minum air yang baik 

– Saat bangun tidur di pagi hari 1-3 gelas (sekitar 500 mL), agar tidak terasa kembung maka minumnya secara perlahan dan bertahap. Misalnya : saat baru bangun minum 1 gelas dahulu, kemudian kita berwudhu lalu shalat tahajjud. Setelah itu baru minum lagi.
– 1 jam sebelum makan siang 2-3 gelas
Sebelum makan siang adalah kondisi yang pas untuk minum, karena perut dalam kondisi kosong. Sehingga ketika kita makan tidak kalap atau berlebihan.
– 1 jam sebelum makan malam : 2-3 gelas

Jika hal ini dilakukan dengan baik, insya Allah akan terjadi perubahan yang baik bagi tubuh kita, juga hidup kita.

(Disarikan dari kajian ilmiah : Ustadz Dr. Eng. Yunus Daud, Dipl. Geotherm. Tech., M.Sc) 

Thursday, 16 November 2017

QOTD : Kenapa Nabi Muhammad tidak Disusui Oleh Ibu Kandungnya?

November 16, 2017 0 Comments


Membacakan kisah Nabi Muhammad kepada Faris seperti mengulang ingatan semasa kecil saat guru menerangkan tentang ayah, ibu, paman, dan kakek beliau. Termasuk kelahiran beliau di tahun gajah. Dan sudah bisa diduga, banyak pertanyaan yang muncul dari Faris dan bisa dipastikan saya kebingungan memberikan jawaban kepadanya. Ah…mungkin bukan pertanyaan yang sulit. Tetapi karena saya dulu kurang membaca dan memahaminya.
Kebetulan di grup belajar islam, saya juga diingatkan beberapa peristiwa penting bahwa beberapa hari setelah Rasullullah dilahirkan, beliau tidak disusui oleh sang ibu, yaitu Aminah. Melainkan justru disusui oleh Halimah binti Sa’adiya. Hal ini lah yang menjadi pertanyaan Faris. Mengapa Rasulullah SAW justru di susukan kepada Halimah? Faris mendesak saya untuk menjawab pertanyaannya, kenapa ya ma? Seperti yang kita tahu seorang ibu memang dianjurkan untuk menyusui anaknya. Salah satu alasan yang biasa kita dengar dalam berbagai seminar parenting adalah untuk membangun bonding antara ibu dan anak.
Tak butuh waktu lama untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan tersebut. Ya, sepertinya saya harus bersyukur dengan internet karena membantu memuaskan rasa ingin tahu. Hingga akhirnya saya mendapatkan pencerahan dari DR Yasir Qadhi. Nama lengkapnya Abu Ammar Yasir Qadhi. Menurut info dari almaghrib.com, beliau adalah ulama Amerika keturunan Pakistan yang saat ini menjadi dekan pada Al-Maghrib Institute di Amerika dan telah menulis banyak buku. Beliau lahir di Houston Texas. Lulus bachelor degree Chemical Engineering dari University of Houston dan dari Colege of Hadith and Islamic Science dari Islamic University of Madinah di Madinah Saudi Arabia. Ia mendapatkan gelar M.A. dalam bidang Islamic Theology dari College of Dawah dan doctor di bidang Theology dari Yale University, Connecticut.
Sengaja saya kutip biografi beliau karena saya ingin merangkum ceramah-ceramah beliau, terutama dalam hal sirah nabawiyah. Sebagai informasi, DR. Yasir Qadhi telah mengeluarkan banyak sekali video-video ceramah beliau menarik dan mencerahkan. Selain itu juga menawarkan warna lain. Mungkin, karena background beliau yang hidup di negara dimana muslim menjadi minoritas, maka tantangan yang dihadapi pun juga berbeda.
Saya cukup beruntung karena ternyata seluruh ceramah DR Yasir Qadhi terkait sirah sudah di transcript sehingga memudahkan untuk merangkum.
QOTD : Mengapa Rasulullah tidak disusui oleh Sang Ibu dan malah disusukan kepada Halimah binti Sa’adiya? Begini penjelasan Yasir Qadhi:
DR Yasir Qadhi sendiri juga menyatakan“this seems strage to us”. Namun,ternyata hal ini telah menjadi tradisi bangsawan suku Quraish, bukan masyarakat umumnya. Alasan-alasannya adalah:
Mereka ingin sang anak dibesarkan di lingkungan yang sehat dan alami. Angka kematian bayi saat itu sangat tinggi. Dengan menjauhkan bayi dari kehidupan perkotaan diharapkan dapat meningkatkan harapan hidupnya.Mereka ingin membangun stamina anak dan mendidik dengan kerasnya hidup di padang pasir. Meski kehidupan di Mekah juga sangat keras, mereka ingin membesarkan anak-anak dengan hidup yang lebih keras sehingga mereka terbiasa menghadapi sulitnya hidup di Makkah. Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak memiliki cara tersendiri untuk dapat membahagiakan hidupnya seberapa keras hidupnya. Menurut DR Yasir Qadhi “it’s human nature childrent adapt to circumstances”.Tumbuh di padang pasir jauh dari keluarga akan menjauhkan anak dari kemanjaan yang biasanya diberikan oleh kerabat. Yasir Qadhi menyebutkan bahwa sebagaimana keras orang tua mendidik, kakek-nenek, paman, dan tante senang memanjakannya. Hidup jauh di padang pasir jauh dari orang tua dan kerabat diharapkan dapat membentuk kedisiplinan anak.Para perempuan yang menyusui anak berasal dari suku yang memiliki ketinggian Bahasa Arab. Dalam hal ini DR Yasir Qadhi mengatakan “..known for fluency in Arabic”. Sebagaimana kehidupan kota, Bahasa di kota Makkah sudah banyak berubah. Sebagai contoh, untuk saat ini koran-koran Bahasa Arab 30% mengandung konten Bahasa Inggris. Hal-hal seperti ini tidak akan terjadi di padang pasir. Masyarakat Arab saat itu memikirkan dampak jangka panjangnya. Mereka mengirimkan anak-anak mereka pada sebuah suku yang masih berbahasa Arab asli. Yang paling terkenal adalah suku dari Banu Sa’d ibn Bukr. Suku ini lah yang merawat Nabi Muhammad SAW.
Keempat hal itulah yang menjadi alasan mengapa Rasulullah SAW disusukan kepada Halimah binti Sa’adiya. Di akhir kajian seri early childhood, Yasir Qadhi menjelaskan apa hikmah dibalik semua cobaan yang dihadapi beliau. Dia katakan: Why did Allah put so much trials on a young child? Why did he put the orphan situation upon our prophet PBUH? If Allah had willed he could have loving parents and born in luxury. Dalam hal ini alasan-alasannya adalah:
Sebagaimana penjagaan Allah kepada Musa AS, Allah juga lah yang akan menjaga Rasulullah secara langsung. Kehidupan yang keras sebagai anak yatim membentuk karakter yang kuat, mandiri, dan bijaksana. Berbeda dengan anak-anak yang dibesarkan dengan kemewahan yang justru cenderung akan membuatnya manja. Menjalani kerasnya hidup membuat kita bisa merasakan arti kemiskinan dan susahnya hidup yang justru bisa membuat kita lebih sensitif terhadap penderitaan orang lain. Hikmah Rasulullah dirawat oleh Banu Sa’ad adalah beliau memiliki kemampuan Bahasa arab yang sangat baik.  Dalam hal ini Yasir Qadhi mengatakan: “This facilitated the prophet PBUH being raised in the Banu Sa’ad so that he could be the most elequent of the arabs. And its known the prophet PBUH spoke the best arabic and there is a hadith that the prophet PBUH said “I have given the most profound speech”. Hadist Riwayat Abu Dawud: Bahwasanya perkataan rasuluLLAH SAW itu selalu jelas sehingga bisa difahami oleh semua yang mendengar.”
Sebagaimana saya nyatakan di atas, DR Yasir Qadhi telah membuat puluhan video kajian sirah nabawiyah. Terus terang, video tersebut sangat memudahkan dalam mempelajari kisah-kisah serta pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kehidupan Rasulullah SAW. Bahasa Inggrisnya mudah di pahami karena Yasir Qadhi dikenal sebagai ahli tajwid yang dalam pengucapan setiap kata-kata Bahasa Inggrisnya pun begitu jelas. Banyak juga yang sudah ada subtitle Bahasa Indonesianya.
Video tersebut juga menekankan analisis karena tidak hanya menelaah secara kronologi tapi juga alasan-alasan serta pelajaran dibalik kisah tersebut. Bahkan, jujur saja mendengar kisah sang teladan, tak hanya untuk seri early childhood ini membuat hati tersentuh dan menitikkan airmata menyaksikan begitu besar cobaan yang dihadapi serta keagungan akhlaq beliau. DR Yasir Qadhi memang mampu memaparkan kisah Rasulullah SAW dengan sangat baik hingga membuat kita serasa hanyut terbawa kisah.
Lebih dari itu, ada hal-hal lain yang baru saya sadari saat ini terkait sirah nabawiyah ini. Dalam seri why study sirah, Yasir Qadhi mengatakan bahwa sirah nabawiyah adalah “the biography of the best human being”. Lanjutnya lagi “By studying the sīrah, we also see the life and times of the best generation who ever lived and that is the generation of the Ṣaḥābah”. Sirah adalah biografi manusia terbaik, sekaligus generasi terbaik sepanjang masa. Jadi, sebelum membaca dan memdalami biografi tokoh lain sepertinya saya harus menuntaskan kisah ini terlebih dahulu.
Alasan kedua yang juga menarik untuk dicermati adalah bahwa mempelajari sirah akan membantu dalam memahami Qur’an. Dalam hal ini Yasir Qadhi mengatakan “it helps us to understand the Qurʾān. The Qurʾān is a very complex book, a very profound book, and it cannot be understood without context”. Katanya, Qur’an tidak bias dipahami tanpa memahami konteks kejadian suatu peristiwa. Misalnya, mengapa Allah mengharamkan Khamr? Mengapa Allah melarang riba? Dari sirah inilah kita akan mengetahui apa tujuan diharamkannya khamr dan riba serta bagaimana kronologis cerita yang mendasari turunnya ayat Al Qur’an.
Sama halnya dengan mengapa Rasulullah SAW disusukan kepada Halimah dan bukan oleh ibunya sendiri, butuh pemahaman mendalam atas konteks budaya dan kondisi sosial masyarakat Arab pada masa itu. Jika tidak, akan mudah sekali terperangkap pada prasangka-prasangka yang belum tentu benar.

JAKARTA : Kembali Travelling Bersama Anak-Anak Bagian 2

November 16, 2017 0 Comments
Alhamdulillah meskipun cuaca kurang bersahabat dan laju pesawat agak kurang mulus kami bisa menjejakkan kaki kembali di kota Jakarta. Kami terakir ke Jakarta hampir 10 bulan yang lalu, transit saja sesaat sebelum melanjutkan perjalanan ke Purbalingga rumah mertua saya.
Perjalanan ke Jakarta kali ini dalam rangka ikut suami saya dinas sekaligus mengajak anak-anak fieldtrip. Untuk jadwal fieldtrip, keluarga kami tidak punya jadwal khusus. Agenda travelling kebanyakan tidak pernah kami rencanakan secara pasti kecuali mudik tahunan saat libur hari raya nasional karena suami harus mengajukan cuti terlebih dahulu ke kantor. Inilah salah satu kenikmatan menjadi ibu rumah tangga dan anak-anak homeschooling. Kita bisa pergi kapan saja tanpa harus terikat izin  Kali ini saya berkesempatan menginap di guesthouse murah meriah di daerah Tebet. Ini kali kedua saya menginap disini. Sebenarnya suami saya hari ini berkegiatan di Lapangan Banteng tetapi kami memutuskan untuk menginap di Tebet dengan alasan dekat dengan rumah kakak ipar saya. Sabda Guest House ini beralamat di Komplek Gudang Peluru blok A1 Nomor 2, Kebon Baru, menawarkan penginapan dengan suasana yang homey dan harga menarik. Saya membooking kamar untuk beberapa hari disini melalui aplikasi traveloka dan ini sangat membantu sekali untuk mendapatkan harga termurah. Guest House ini masuk dalam jaringan Zen Rooms. Apasih ZEN Rooms? ZEN Rooms adalah jaringan hotel berkualitas yang berpartner dengan hotel hotel budget terbaik di seluruh IndonesiaSingaporeThailand,FilipinaSri Lanka, hingga Brazil. Didukung dengan tim terbaik dan teknologi terbaru, ZEN Rooms menawarkan pengalaman traveling yang lebih efisien dan menyenangkan. Fasilitas ini membantu saya menemukan kamar terbaik dimana pun. Meski dengan harga yang relatif miring, fasilitas yang ditawarkan penginapan ini cukup oke untuk sekelas penginapan bertarif murah.
Ada tiga tipe kamar yang disediakan di Guesthouse SABDA yaitu tipe kamar standar (single) yang bisa digunakan untuk satu orang saja. Kemudian kamar double untuk dua orang, bisa memilih satu bed atau dua bed dan yang ketiga kamar family dengan dua bed (queen dan single). 

Bagi saya yang membawa anak dan tidak ingin ekstrabed karena ingin hemat, kamar ini cocok dipilih karena bisa menghemat pengeluaran.
Resepsionis dari Guest House SABDA mengatakan, untuk harga ditawarkan mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 400.000 dan sebaiknya memesan melalui aplikasi agar mendapatkan harga termurah. Pelayanan yang ditawarkan oleh guest house seperti di rumah sendiri, kita memperoleh fasilitas share dapur dan kolam renang di basement. Kalau lapar tengah malam tamu boleh memasak menggunakan fasilitas yabg ada disini. Di dalam kamar pun disediakan kulkas kecil untuk menyimpan makanan, apalagi jika membawa bayi/balita kulkas merupakan hal yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas makanan. Untuk kemanan, guest house ini memiliki satpam yang stand by berjaga 24 jam. Ditambah fasilitas atm mandiri yang berada di sebelah pos satpam semakin memudahkan untuk melakukan transaksi keuangan. Guesthouse ini juga dekat dengan alfam*rt dan indom*art jadi jika membutuhkan apa-apa tinggal jalan sebentar sudah sampai. 


Banyak juga penjual makanan yang lewat depan guest house ini karena sabda guesthouse berada di jalan utama.
Di Sabda Guest House kenyamanan tamu adalah prioritas. ZEN Rooms menawarkan jaminan brandnya. Yang paling penting, kami tidak hanya memiliki WiFi gratis, tetapi juga tempat tidur nyaman, kamar mandi, penyejuk ruangan dan kamar yang selalu bersih.
Untuk akomodasi budget terbaik (guesthouse) di Jakarta, ZEN Rooms adalah tempat untuk dituju. Mereka memastikan tamu mendapatkan harga terbaik dan disediakan dengan semua fasilitas dan layanan yang dijanjikan dengan memeriksa properti sebelumnya. 




Ternyata Ini Penyebab Telinga Sakit (sekali) saat Naik Pesawat

November 16, 2017 0 Comments

Ketika pesawat lepas landas, perubahan ketinggian kerap membuat telinga kita sakit. Bagi orang normal, ini bisa diatasi dengan menelan. Tapi, bagi mereka yang sedang menderita hidung mampet karena pilek atau flu, perjalanan di atas ketinggian bisa sangat menyakitkan. Inilah yang saya alami kemarin, baru pertama kali saya merasa kesakitan yang teramat sangat saat naik pesawat bahkan kemarin saya sampai menangis saat landing.

Mulut, hidung, dan telinga diketahui saling berhubungan sebagai saluran udara dan tekanan. Gendang telinga merupakan bagian yang menjadi pembatas antara tekanan udara di luar dengan tekanan di dalam rongga kepala.

Saat tekanan udara di luar tinggi, saluran udara di dalam telinga harus dapat mengalirkan udara dengan tekanan yang sama. Ini bisa dilakukan dengan kegiatan menelan atau berbicara, agar udara bisa didorong ke saluran telinga.

"Bila rongga hidung atau sinus meradang karena pilek atau flu, saluran rongga tersebut ke telinga akan terblokir. Saat tekanan udara ke telinga tersumbat, inilah yang sebabkan telinga sakit," kata seorang kawan saya yang berprofesi sebagai dokter di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya.

Keluhan sakit tersebut akan lebih sakit ketika 'landing'. Tapi, ini bisa dicegah dengan mengonsumsi obat mengandung dekongestan naik ke pesawat. "Obat dekongestan akan mengurangi peradangan, jadi keluhan sakit telinga bisa dicegah," pesannya.

Ini merupakan pengalaman baru bagi saya dan bisa menjadi pelajaran untuk perjalanan kami selanjutnya. 😊

Wednesday, 15 November 2017

JAKARTA : Kembali Travelling Bersama Anak-Anak bagian 1

November 15, 2017 1 Comments
Pagi ini kami sekeluarga sudah hectic sekali, dimulai dari anak-anak bangun pagi sekali (tumben-tumbennya sebelum adzan subuh semuanya sudah bangun dan beranjak dari kasur), dilanjutkan dengan adegan Irbad bergelayut manja saat saya akan sholat subuh. Entah mengapa masnya pun manja tidak karuan sampai pipispun harus ditemani oleh mama. Jarum jam bergerak terasa cepat sekali, waktu menunjukkan hampir pukul 06.00 dan saya belum selesai juga menyiapkan bekal untuk perjalanan kami hari ini. Bagaiman tidak pusing saya ketika masak kskip dengan insiden-insiden kecil seperti ada yang minta pup lah, minta disiapkan air hangat untuk mandi, belum lagi hujan badai yang turun sejak subuh tadi membuat belakang rumah banjir sehingga memaksa suami saya untuk membuka sementara saluran air agar lebih lebar.
Setelah anak-anak semua siap dan barang bawaan juga sudah dicek barulah terpikir kalau kita belum memesan taxi online. Benar saja, traffic sedang sibuk-sibuknya. Baik taxi online maupun offline tidak ada yang bisa cepat menjemput. Melihat map tanda merah dimana-mana sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 07.00, artinya mau tidak mau kita harus segera berangkat jika tidak ingin ketinggalan pesawat. Meskipun sudah check in, kami tetap harus memasukkan koper di bagasi dan memastikan anak-anak nyaman saat di dalam pesawat. Baiklah, mau tidak mau kami memutuskan untuk naik mobil saja ke bandara dan berencana menginapkan mobil ini sampai akhir pekan.
Setelah berhitung rupanya sama saja dengan ongkos naik taxi (itu pun diganti oleh kantor kan ). Bismillah kami berangkat dari rumah dan berdoa semoga perjalanan hari ini berjalan dengan lancar selamat sampai tujuan. Tetapi rupanya kehectican yang sesungguhnya di pagi ini baru saja dimulai. Betapa tidak? Setelah bang bang tut dan memilih lewat rute manakah kita agar cepat sampai di bandara ternyata situasi jalanan di depan perumahan pun sangat macet. Untuk keluar komplek saja kita mengantri hampir 10 menit, baru sampai jalan setelah lampu merah KDA ternyata jalan dibuka dua jalur, dan ternyata ada banjir di depan perumahan simpang taman raya. Kami bersabar dan terus berdoa agar pesawat yang kami naiki delay saja mengingat cuaca yang kurang bersahabat dan lalu lintas Batam yang macet total tanpa pergerakan. Beberapa teman di grup kantor suami menyarankan untuk tidak lewat jalan raya depan karena di situlaha titik banjir dan mereka tadi pagi tidak diizinkan lewat oleh Patroli Polisi. Sambil berharap semoga situasi jalanan sudah membaik kami sabar menyusuri jalanan yang dipenuhi oleh genangan air. Belum lagi ada drama Faris yang kebelet pipis karena tadi sebelum berangkat lupa untuk pipis terlebih dahulu. Sepertinya cerita pagi ini sangat menguras emosi, baiklah tahan napas dan atur emosi saya menyarankan kepadanya untuk pipis saja di botol bekas air mineral karena sudah tidak mungkin lagi kalau mampir dulu ke toilet umum.
Alhamdulillah jam 7.45 kami sudah sampai bandara, saya dengan menggendong Irbad mendorong troli berisi koper dan tas masuk terlebih dahulu ke dalam untuk memasukkan barang ke bagasi. Suami saya parkir mobil dan menyusul. Baru masuk ke dalam, suami saya menanyakan keberadaan tas ranselnya, dan ternyata tasnya tertinggal di mobil. Ya ampun ada-ada saja, tetapi saya sudah sangat terbiasa dengan keadaan ini. Entah berapa kali travelling bersamanya selalu ada saja yang tertinggal atau hilang karena keteledorannya jadilah suami saya lari lagi ke parkiran mengambil tas ranselnya. Baiklah sembari menunggu antri bagasi dan anak mulai lapar saya memberinya snack terlebih dahulu. Sudah selesai memasukkan koper, drama dimulai lagi, Faris minta pipis lagi karena tadi dia tidak bisa pipis di dalam botol. Dengan banyak pertanyaan dan komentar dari mulutnya saya langsung cepat-cepat membawanya ke toilet wanita dan menyuruhnya pipis. Alhamdulillah bisa keluar.
Tak lama saya mendengar info kalau pesawat kami sudah boarding. Saya menghubungi suami saya yang ternyata juga mencari kami karena saya tadi lupa mengabarkan posisi kami dimana. Setelah cek barang kami naik ke atas untuk boarding. Entah mengapa di saat rempong seperti ini ada-ada saja kejadian yang membuat suasana makin tidak kondusif. Saat pengecekan tiket, petugas meminta kami menunjukkan lagi ktp padahal entah dimana itu ktp sudah saya masukkan ke dalam dompet. Sambil menggendong Irbad dan menggandeng tangan Faris rasanya saya ingin cepat-cepat masuk ke dalam pesawat dan minum sebotol air untuk merecharge energi yang sudah lenyap sejak tadi pagi. Setelah masuk ke pesawat dan duduk sekitar 10 menit, Faris minta pipis lagi. Padahal sebelum naik ke pesawat kan dia sudah pipis, adakah ibu-ibu yang anaknya punya kebiasaan unik seperti Faris? Entah mengapa dia suka sekali mencoba toilet dimana-mana  tak lupa disertai review.
Baiklah alhamdulillah kehectican pagi ini sudah berakhir, saya bisa duduk manis dan minum air putih. Anak-anak sarapan sejenak sambil menunggu pesawat fly.
Bepergian dengan anak tergolong tidak mudah. Namun, tatkala tidak terhindarkan mengikutkan anak Anda saat bepergian karena ia terlalu kecil untuk ditinggal di rumah atau dalam suatu acara liburan keluarga di mana kehadirannya diharapkan, cermati beberapa hal di bawah ini agar anak tidak sampai mengacaukan perjalanan.
1. Persiapan cadangan snack dan susu sebanyak-banyaknya wajib jadi bagian tas perlengkapan ketika bepergian bersama bayi. Untuk anak balita, plus sediakan pula lengkap dengan kotak P3K dan obat-obatan.
2. Mama juga harus mengemas ekstra pakaian ganti bagi anak-anak dan saya sendiri. Malah jangan pernah ragu over-packing, karena sebagai orang tua kebiasaan itu dapat mencegah atau mengurangi kegusaran pun kecemasan selagi berjalan-jalan. (agar mama tidak mau dilanda stres tiba-tiba kehabisan popok di tengah perjalanan bukan?atau bahkan insiden pup yang tembus sampai ke baju dan celana *ini kejadian nyata).
3. Jika bepergian dengan pesawat terbang, disarankan untuk memilih waktu penerbangan di jam tidur anak (terutama bayi), baik waktu istirahat siang maupun malam hari. Reserve tempat duduk dekat sayap/mesin. Sebab white noise akan menenangkan dan cenderung membuat bayi mengantuk.
4. Pabean bandara dan pihak maskapai umumnya memberikan keleluasaan untuk penumpang yang membawa anak, kami tidak perlu masuk dalam antrean saat hendak naik ke pesawat.
5. Menyusui bayi atau memberikannya empeng dot, selama lepas landas dan mendarat. Gerak mengisap akan membantu memerangi tekanan udara pada telinga sensitif mereka.
6. Sebagai ibu menyusui, yang perlu diingat yaitu bahwa terbang bisa menghasilkan dehidrasi. Jadi mama harus minum banyak air secara periodik, terutama di dalam perjalanan panjang(long flight). Bagi ibu yang membawa balita yang tengah aktif; buku mewarnai, mobil favorit, aneka mainan yang dapat membuatnya asyik, supaya menjadi distraksi dan mengatasi kesulitan menyuruh duduk tenang di kursi pesawat selama di udara.
7. Senantiasa bawa cukin untuk menggendong bayi Anda. Selain lebih memudahkan Anda berjalan-jalan (kedua tangan bebas), si bayi akan riang dan merasa aman nyaman berada lekat dengan mamanya
8. Ajak pula anak-anak memahami sedikit demi sedikit konsep traveling. Mulai dari hal sederhana. Misalnya menerangkan jenis-jenis transportasi untuk mencapai suatu tempat.
Tidak ada kesempatan sebaik ini untuk memberi perspektif yang benar—sejak kecil— mengenai sebuah perjalanan, yang pelan-pelan akan memproses jiwa traveler dalam dirinya. Segi positifnya traveling dengan anak kecil? Mama bisa merasakan ketakjuban berbagai keindahan dari visi kanak-kanak yang masih serba segar. Dengan anak kecil di sisi, mama "terpaksa" berlambat-lambat sehingga dapat lebih menikmati lingkungan sekitar. Ini keterbatasan yang sejatinya menyingkap makna-makna baru. Tambah lagi, dunia keingintahuan mereka tentang segala sesuatu turut menjamah pola pikir mama. Selamat menjelajah sepuasnya!
Oleh karena itu, para ibu baru tidak usah dipenuhi frustasi saat harus membawa serta anak berlanglang. Walau bakal menjadi perjalanan menguras energi, tapi cobalah trik yang betul, dipastikan perjalanan bersama anak—bayi atau balita—lancar. Dan tentu saja di balik itu, mama punya travel buddy yang menyenangkan. Baiklah ini cerita pagi kami, alhamdulillah pesawat sudah landing di bandara soekarno hatta ditemani awan mendung dan angin sepoi-sepoi. Anak-anak tertidur saat di pesawat jadi saat turun masih malas-malasan. Tunggu kelanjutan cerita kami next. 

*Resume Sharing Bersama Anggota Rumbel HS*

November 15, 2017 0 Comments
*Profil Singkat*
Nama lahir : Kristin
Nama hijrah: Fathimah
Nama kunnyah (panggilan): Fatimah ummu uways,
Tempat tanggal lahir: Bagan batu, Riau 16 september 1983
Alamat: Tembesi tower gang manggis no 65 RT 2  RW 16 (Depan kampus putra Batam batu aji)
Nama suami: Hasbi Asshidiq
Jumlah anak: 3 orang.
(Dzakiyyah Syakir asshidiq,10y, Jilan shabirah Asshidiq 9y, abdul ghofur uways Asshidiq 4,8y)
Alasan HS:
Memaksimalkan peran dan potensi diri sebagai madrasatul ula dalam mendidik anak sesuai fitrah anak dan mengharap pahala tak terhingga dari ROBB lewat ikhtiar HS.

Assalamualaikum para bunda di WAG RUMBEL HS IIP BATAM.
Kita semua pasti tidak asing dengan kata sahabat. Karena insya Allah kita semua memilikinya. Para bunda yg saya cintai karena Allah, di sni saya hanya akan mengulas sedikit tentang bagaimana saya membangun HS untuk ketiga putra putri tercinta saya. Dan metode yang saya pakai adalah 'SAHABAT'
Kita semua tau bahwa dua orang yang bersahabat akan saling setia, saling mengisi, saling menyemangati, membangun satu sama lain, rela 'berkorban' untuk terciptanya kebahagian yang dalam kebahagian itu tiada air mata penyesalan yang menyertainya.
Para bunda sekalian, bersahabat dengan anak berarti selalu siap mendengarkan suara anak mulai dari suara  bisikan yang nyaris tidak terdengar hingga suara yang memekakkan telinga.  Bersahabat dengan anak berarti kita sebagai orang tua mengenal dengan baik karakter anak anak kita. Bersahabat dengan anak berarti satu satunya yang kita inginkan adalah KEBAIKAN HIDUP untuk mereka. Kebaikan yang sesuai fitrahnya. Bersahabat dengan anak berarti kita selalu dan selalu berusaha memahami mereka, menyingkirkan ego kita, senantiasa memberi mereka perasaan aman dan nyaman. Mampu menghadirkan bukti cinta untuk mereka BAHWA MEREKA MERASA DICINTAI OLEH ORTU MEREKA.
Bersahabat dengan anak berarti mampu membangun ikatan batiniah yang kuat dengan mereka. Bersahabat dengan anak berarti memudahkan kita untuk mencapai visi dan misi tentang bagaimana kelak mereka dewasanya.
Bersahabat dengan anak berarti kita sukses menjadikan anak Sebagi teman, yang sejatinya adalah asset dunia akhirat kita. Manusia yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban kita atasnya. Manusia yang kelak akan menjadi jembatan kita menuju surga. Bersahabat dengan anak berarti kita sukses mentransformasi segala hal yang berkaitan dengan surga neraka nya seorang anak.
Dan indikasi dari suksesnya persahabatan antara kita dengan anak adalah sejauh mana kita berhasil menumbuhkan semua aspek fitrah anak.
Dan homeschooling adalah upaya untuk mewujudkan itu. Karena HS berarti kita orang tua yang berperan langsung mendidik anak anak kita, bukan orang lain, bukan guru di luar sana yang setiap bulannya kita bayar. Mungkin beliau para guru di luar sana insya Allah akan berhasil mendidik anak mencapai kecerdasan otak (IQ) Namun kecerdasan emosi (EQ)????
BELUM TENTU!!!
Kamis, 9 November 2017
Fatimah Ummu Uways
*Tanya Jawab*
1⃣ Bunda Lumiati: Apakah ketiga2 anaknya di HS kan... ? Tak pernah TK/paud?
Jawab:
Bismillah
Anak pertama saya TK diusia 5,8th. Setelah sekuat kemampuan saya kerahkan untuk membersamai nya si rmh. Namun saya sadar kreasinya tidak berkembang, dan dia menangis minta masuk TK seperti temanya yang lain. Akhirnya saya pun memasukkannya ke TK.
Anak kedua saya masukkan ke paud diusia yg kurang lebih sama, tapi dengan alasan yang berbeda, ini anak kinestetik, jadi fitrah bergerak (bermain) kentara sekali. Fasilitas yang di rumah tidak memadai, akhirnya saya masukkan ke PAUD peecis di samping rmh.
Anak ketiga beda lagi, tergila gila seragam olah raga PAUD yg ada di samping rumah, di usia 3,4th menangis histeris tiap hari jumat melihat anak seusianya berolah raga rame rame, lagi pertahanan saya runtuh. Akhirnya saya masukkan juga. Dgn kondisi belajar semau dia aja.
Tapi ketiga nya kini semua HS sejak tahun ajaran Juli kemarin.
2⃣ Bunda Ratih:
1.Bagamana mengatur jadwal anak HS anak dan apa aja pelajaran yg d pelajari ?
2.Bagaimana cara mengajarkan bersosialisasi ke teman2 ke anak yg HS?
3.Terus boleh tau tips agar konsisten utk mengajar anak HS?
4. Apa bisa kalau HS d barengi dgn sekolah biasa ?
5. Kalo yg meng HS kan cm ibu saja bisa berjalan ga yaa ? Soalnya suami kerja dan suami kurang mendukung utk HS krn belum mengerti sama sx dan ga paham HS um di tambah waktu nya di rmh hanya pagiii sekali dan plg sdh malam sekalii sabtu minggu aja waktu liburnyaa.
Jawab:
Bismillah.
1. Jadwal dibuat tertulis dan ditempel di dinding ruang tengah tempat mereka belajar. Dan jadwal dibuat berdasarkan musyawarah kita berlima (suami, saya dan ketiga anak). Namun walaupun jadwal sdh terjadwal, kita hrs tetap memberi 'toleransi' ketika jadwal tdk terlaksana dgn baik di hari hari tertentu.
2. Kita punya jadwal yg tidak sekedar belajar in room tapi juga out room. Jadi apa pun yg sdh terjadwal juga mencakup pelajaran SOSIALISASI ANAK. sertu misalnya tiap bd ashar mereka ikut tahfidz, brsm temannya yg lain, di samping rmh, walau disana mereka cuma sekedar setor hafalan, Krn Dr rmh sdh dihafal kbh dlu. Saya jg membiarkanmereka untuk bermain setiap harinya Dr jam 8-10 pagi, membawa mereka ke pengajian, atau sekedar berjalan menikmati alam sekitar.
3. Tips agar konsisten dlm HS.
1). Jadikan anak sebagai proyek utama kita.
2). Dgn menjadikan mrk abg proyek utama kita, maka kita akan sadar bhw apa pun proyek yg sedang kita gagas tdk akan lbh berarti drpd mereka.
3). Sadari bahwa akan jadi apa mereka kelak, itu ditentukan dari apa yg kita berlakukan untuk mereka saat ini.
Yg dipelajari tentunya menanamkan tauhid dan konsekuensinya. Itu yg pertama. Tahfidzul quran,  hadist pendek. Dan penanaman akhlak yg baik. Adapun pelajaran umum itu hny diajarkan 1xdlm seminggu, dan berdurasi 60mnt saja Bun.
4. Bun, saya sangat setuju dgn ulasan semau psikolog anak muslimah atau pakar parenting, beliau beliau itu selau sepakat bahwa MENGAJARI ANAK, JANGAN TERLALU DIGEGAS, BERAPA PUN USIA NYA. CUKUP MAKSIMALKAN PADA APA YANG SEBENARNAYA PALING MEREKA BUTUHKAN.
Jadi klo HS sdh memadai, mengapa hrs sekolah FORMIL? Klo sekolah formil tidak memadai, mengapa harus bertahan di sana? Kembali aja ke rumah. Karena peradaban yg sesungguhnya itu dimulai dari rumah. Yang dipimpin langsung oleh kedua ortu si anak.
5. Klo yg meng HS kan ibu saja?
Kalau alasannya hanya karena waktu, insya Allah bisa disesuaikan setidaknya di hari libur entah itu sebulan sekali. Dlm libur itu, serahkan anak kepada ayahnya. Maksimalkan peran ayah di sana. Karena sesungguhnya ketika peran ayah kurang dlm membersamai anak anak, hasilnya tidak maksimal. Karena saya pribadi juga gtu. Suami sy kerja diluar kota. Cuti perdua bln, itu pun cuma 10hr jatahnya. Jadi 10hr itu kita bwt untuk belajar diluar. Rutinitas belajar di rmh itu berganti kecuali urusan sholat dan yg wajib2 saja.
Dan hasilnya ga maksimal Bun. Apalagi saya ga bisa bahwa Arab. Jad selama ini pelajaran bhs Arab by telphone aja.  Krn bhs Arab kan tugas Abi anak anak.
3⃣ Bunda Putri: Apakah anak nya mau dg sendiri nya berhenti sekolah atau ada doktrin supya tidak lanjutkan sekolah oleh ortu nya krn akan lanjut HS ?
Jawab:
Anak pertama permintaan sendiri
Anak kedua bujukan emaknya.
Anak ketiga karena sekolah nya tutup sang guru memilih HS untuk anak kandungnya.
4⃣ Bunda Julii: kegiatan sehari2 biasanya apa aja mba? yang rutin..
Jawab:
Yang rutin,
Tidur mlm maksimal pkl 21:00 dan bangun pagi  30mnt sblm subuh. Lanjut sholat 2rokaat sblm subuh, sholat subuh, murojaah, olahraga, mandi pagi, sarapan dan bermain.
Sekitar jam 10 hingga jelang Zuhur belajar dan membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Setelahnya makan siang, Zuhur, tidur siang, bangun pkl 14:30. Lanjut bermain dan berkreasi serta males malesan sampe pkl 15:00. Pkl 15 bersiap mandi, sholat Zuhur dan pergi mengaji. Plg megaji, makan sore, magrb, bercengkrama, sholat isya, menambah hafalan 1halaman, baru tidur malam.
Jadwal rutin tertulis sejak Ramadhan kemaren Bun. Tapi hafalan dari sedini mungkin. Bahkan di saat mereka blm pintar ngomong, kira biasain talqin ayat ayat pendek dlu.
5⃣ Bunda Monique: ijin bertanya um apakah di usia anak2 sekarang sudah nampak minat dan bakat masing-masing. Dan apa saja yang ummi lakukan agar bisa membersamai anak2 belajar sesuai minat dan bakatnya sedangkan setiap anak kan berbeda2?
Jawab:
Anak pertama sudah sangat nampak bahkan mulai dari usia 3th.
Dia condong pada tata kecantikan, merias wajah, dan rambut memadukan busana, dll.
Dia juga suka menulis. 10th sdh pny 3diary yg terisi full tulisannya.
Anak kedua blm jelas bakatnya. Tp Masya Allah dia ni super. Bisa meniru apa saja yg dia lihat. Kreatif. Karena kinestetik (gak bisa diem) saya suka memberinya job yg sedikit lbh bnyk Dr kknya agar energynya tersalurkan lbh baik dan terarah.
Anak ketiga hobynya bermain Lego, mengoleksi moto GP mainan, dan minta jajanan, hehe. (Masih kecil jd blm tampak jelas)
Tapi ketiga mereka sangat hoby membaca, Masya Allah.
6⃣ Bunda Putri: Anak2 mbk Fatimmah⁩ mulai di ajarkan hafalan al quran umur berapa? Sudah bisa baca tulis ? Bagaimana cara mengajarkan baca tulis nya?
Jawab:
Alhamdulillah mengajarkan Al-Quran sejak mereka blm pintar ngomong usia setahunan lebih. Ditalqin seadanya. Sedangkan untuk membaca iqro Dr umur 2th lbh. Di usia kurang dari 5th Alhamdulillah mereka sdh bisa membaca Al quran. Dan sangat lancar membaca latin.
Tapi khusus anak laki laki saya, Masya Allah klo yg ini, agak 'senang' ngajarinya. Barangkali karena dia cowok ya, tingkat konsentrasinya kan gak seperti cewek. Sampe sekarang Alhamdulillah br iqro 2, dan blm lancar baca latin. Usia 4,8th.
7⃣ Bunda Meylisa: Umm,untuk minat bakatnya itu sendiri APA didatangkan Ahlinya atau keluarga sendiri Yang memfasilitasi?
Jawab:
Anak pertama kan baru 10th, sedangkan bakat yg menonjol bakat 'org dewasa' yakni tata rias dan kecantikan. Kaya ammah Maharani tuh, jadi untuk ini sy blm berniat menghadirkan guru untuknya. Hawatir fitrah anak kecilnya kurang terselamatkan jikalau dia terlalu cepat dimatangkan ke bakat ini. Sebagai gantinya di hari libur, saya seri g mengundang teman2 nya waktu sekolah dulu ke rmh, agar dijadikan kelinci percobaan olehnya. Dan mereka sangat senang. Setelah itu, dia akan menulis apa yg br dikerjakannya, dan memperlihatkan tulisan itu ke saya.
Anak ke dua saya stimulasi, dgn apa pun yg dia mau, selagi itu baik, dan kita mampu. Krn dia blm menunjukkan bakat yg spesifik.
Anak ketiga, ya gitu lah
8⃣ Bunda Juli: pernah ga mba mereka "menolak"?
Jawab:
Pernah bangat...
Tapi kembali pada niat bhw membersamai mereka adalah "ibadah" maka insya Allah saya tidak akan memaksa. Kan ibadah ga akan bermakna tnp keikhlasan. Namun pun demikian sy hrs selalu tau alasan apa mereka sehingga hra menolak. Klo alasannya cuma males,"saya akan bilang, klo males males, berarti pahala nya nanti males datang ke kk, ke mba, ke abg. Klo pahala males, berarti gak pny pahala donk, klo ga pnya pahala, gmn mau masuk surga tertinggi?"
Ya gtu gtu lah..
9⃣ Bunda Monique: kalau untuk hafalan surat untuk anak ummi yg kinestetik bagaimana metodenya? Anak sy kinestetik jg n krg fokus klo ditalqin. Menghapalnya pun sambil jalan2/lompat2. Mgkn ummi ada metode/tips agar mudah menghapal surat
Jawab:
Khusus anak yg satu ini, ana hrs bnyk "ngerti dan mengalah" Bun. Dia serba cepat. Menghafal selembar itu kadang ga nympe 30mnt, sdh hafal aja. Krn saru baris itu cuma dibaca 2x aj cukup, Masya Allah. Tapi untuk lanjut baris kedua atau ketiga, dia hrs berhwnti dlu, kedua tangan nya hrs mulai "memproduksi" sesuatu, baru lanjut lagi. Pastinya jangan minta dia duduk manis lebih Dr 10mnt, mulai garuk kepala walau ga kutuan atau ketombean, mulai angkat kaki rentangkan tangan dll
Tp klo dgr ceramah dia bisa anteng 45menit. Alhamdulillah.
 Bunda Monique: kalau untuk hafalan surat untuk anak ummi yg kinestetik bagaimana metodenya? Anak sy kinestetik jg n krg fokus klo ditalqin. Menghapalnya pun sambil jalan2/lompat2. Mgkn ummi ada metode/tips agar mudah menghapal surat.
Jawab:
Khusus anak yg satu ini, ana hrs bnyk "ngerti dan mengalah" Bun. Dia serba cepat. Menghafal selembar itu kadang ga nympe 30mnt, sdh hafal aja. Krn saru baris itu cuma dibaca 2x aj cukup, Masya Allah. Tapi untuk lanjut baris kedua atau ketiga, dia hrs berhwnti dlu, kedua tangan nya hrs mulai "memproduksi" sesuatu, baru lanjut lagi. Pastinya jangan minta dia duduk manis lebih Dr 10mnt, mulai garuk kepala walau ga kutuan atau ketombean, mulai angkat kaki rentangkan tangan dll
Tp klo dgr ceramah dia bisa anteng 45menit. Alhamdulillah.
1⃣1⃣ Bunda Meylisa: Plan HS ini sampai mereka usia berapa Umm?
Jawab:
Insya Allah yg akhwat sampe mereka dewasa, sebelum menikah. Jadi semua yg berkaitan dgn mereka insya allah sy ajarkan sendiri. Karena fitrah perempuan kan di dlm rumah. Dan untuk yg sy gak bisa, saya insya Allah mengundang guru.
Tapi mereka kan sdh Allah instal fitrah bakatnya, jika kelak mereka minta perguruan tinggi apa pun, sepanjang tidak menyalahi syari'at, insyaa Allah ana akan legowo.
Anak lelaki saya insya Allah HS sampe usia SD saja. Mulai memasuki usia SMP, Insya Allah akan sy serahkan ke pondok. Karena fitrah lelaki itu kan bekerja / tantangan diluar rumah. Dan usia 13/14th insya Allah sdh pas untuk memulainya.
1⃣2⃣ Bunda Putri: Bagaimana cara belajar baca tulis nya? Apakah mbk sendiri yg mengajarkan atau ada guru khusus nya?
Jawab:
Baca tulis ada buku panduannya, namanya AISM (ANAK ISLAM SUKA MEMBACA) ada 5jilid kalau ga salah dan lupa saya penerbitnya Bun. Saya ajarkan pke itu aja.
1⃣3⃣ Bunda Juli: tentang me-manage kesabaran mba menghadapi mereka bgmn mba? apa yang mba lakukan kalau mereka "aduhai pake banget"? hehehe
Jawab:
Bismillah.
Ini jujur pke bingit...
Aslinya saya IBU YANG TIDAK ADA SABAR SABAR NYA. Dan ini berlangsung hingga anak sulung saya berusia 7th. Kesabaran saya mulai terlatih, 3th terakhir saja Bun. Ketika saya melihat anak yg kinestetik ini selalu juara. Bisa mengungguli anak yg jauh di atas usia nya. Saya jd berfikir, "apa aku pantas menjadi ummi mu,jilan?" Apa yg kurang bagimu nak? Di luar sana kau dipuji dan disanjung bnyk org sbg anak cerdas, sehat dan energik, dan org selalu berfikir btp istimewanya lah ibu mu, padahal.....?
Peran bathin itu lah yg meluluhkan hati saya untuk belajar sabar. Sy sadar akan jd apa anak ku kelak klo sy ga sabar. Untuk apa kecerdasan IQ klo kecerdasan EQ mrk lemah? Dan mulai lah sy sedikit demi sedikit belajar memperbaiki diri. Khususnya berlatih sabar. Jilan is my teacher.
Jd klo sekarang saya lbh bnyk senyumnya bun Smw tingkah mereka disenyumin aja. Khususnya sejak ikut SOT (SEKOLAH ORANG TUA) Al hikmah. Dan untuk melatih kesabaran ini, bahkan saya rela ikut murojaah. Mengulangi kembali 6bln di sana. Bertemu lagi buku FBE, Masya Allah semua menguatkan Bun..
Alhamdulillah.
Makanya saya putuskan HS untuk mereka Ken saya ingin memaksimalkan diri sebagai MADRASATUL ULA. (Ini ga maen maen bun)
1⃣4⃣ Bunda Atik: bagaimana cara mengajarkan kecerdasan emosi pada anak, khsusnya kesabaran?
Jawab:
Mulai lah dari hal yang paling sederhana.
Misal anak numpaihin susu di lantai yg baru aja kita pel. Biasanya kita lsg gmn coba? Merepet kan? Ngedumel, nah bljr lah sabar, tarik nafas dlm dlm, hembuskan perlahan, lalu tersenyum lah. Lihat lah wajah polos bocil kita, Masya Allah meluluhkan...
Kasus lain:
Klo diajari baca gak bisa bisa, jgn sesekali memarahinya, apalagi membandingkannya, ingatlah bhw Allah ciptakan anak anak kita dgn keunikan yg masing masing berbeda. Klo baca dia lambat, mungkin hal lain dia cepat, seperri bergegas membukakan pintu klo ada tamu, berusaha membereskan mainannya tanpa imelan berkepanjangan Dr kita, menanya kita, "apa ummi letih, mau aku pijit?"
Intinya simpan kekurangan anak di kening kita, untuk kita cari solusinya, dan taruh kelebihan anak di lisan kita, untuk kita puji dan kita doakan kebarakaahan atasnya. Fokus pada kelebihannya saja, niscaya smw masalah teratasi. Ga akan ada yg sulit.
Pesan Penutup:
Bismillah.
Para bunda yang semiga senantiasa dirahmati Allah, jazaakillah Khoiron atas kesempatan yg sangat berbahagia ini. Apa apa yg saya sampaikan di sni, semoga bermanfaat untuk kita semua. Jika ada yg kurang berkenan maafkan lah saya, sesungguhnya hny kpd Allah sy mhn Taufiq untuk setiap kekurangan saya, dan memohon ampunan untuk setiap kesalahan dan dosa dosa saya.
Inti sharing dari saya:
*Cintailah anak tanpa syarat, karena hanya dengan cinta yang tanpa syarat lah kita bisa ikhlas membersamai mereka. Ketika hati mulai lemah dan ingin menyerah, ingatlah bhw sebesar apa pun perjuangan dan pengorbanan kita untuk mereka selama di dunia ini, tidak akan pernah sebanding dengan surga yg Allah janjikan, dan tanamkanlah dalam diri kita masing masing bahwa kelak tangan tangan mungil itu akan menarik kita ke surga, dan mengenakan mahkota di atas kepala kita*
Sekian wassalamu'alaikum warahmatullahi wa baarakatuh..


Tuesday, 14 November 2017

Mencuri Waktu Luang ala Ibu Rumah Tangga

November 14, 2017 7 Comments

Me time? sebagai IRT rasanya mustahil punya waktu luang bagi sebagian orang! Tapi bagi saya tidak ada yang mustahil dan saya tidak menyukai kata "mustahil" karena menurut saya, banyak jalan menuju roma. Saya yakin ada celah disela kesibukan saya sebagai IRT, yang setiap bangun pagi dan menjelang tidur malam pun tetap harus rajin bergerak. Mengurus suami, anak, belum lagi kerjaan rumah yang tidak ada habisnya.

Mungkin bagi mereka yang mampu, punya babysitter akan lebih mudah mempunyai me time. Tetapi berhubung saya belum jadi horang kayaa *belum? artinya saya ngarep juga.hihii* Saya pun tidak mungkin juga menitipkan anak saya kepada mertua saya. Jadi, saya harus pintar-pintar mensiasatinya. Karena walau bagaimanapun, saya sebagai IRT sangat rentan dengan yang namanya stress, karena kita hanya berada di dalam rumah dan jarang melihat dunia luar. Tetapi kalau keluar rumah pun saya mikir-mikir mau kemana? kepentingannya apa? Saya saja sudah lupa kapan terakhir pergi ke mall.
Manfaat me time sangat banyak untuk kita, selain terhindar dari stress, setelah me time kita akan kembali fresh lagi. Otomatis hati kita juga akan lebih ikhlas melayani suami dan anak kita. "Bagi saya, me time tidak harus mengorbankan" yang artinya, saya tetap bisa me time walaupun saya hanya berada didalam rumah. Jadi ada beberapa kegiatan yang biasa saya lakukan jika ada waktu luang atau me time ala saya adalah sebagai berikut:

🎆Mandi
Mandi adalah rutinitas yang menyegarkan sekaligus menyenangkan, bagi saya. Suami memberikan waktu saya untuk mandi (dengan tenang) pun saya sudah sangat senang. Karena air itu mempunyai manfaat menenangkan. Saya meluangkan waktu untuk mandi sambil luluran dan creambath. Karena kalau ke salon, saya sering merasa was-was. Anak-anak rewel nggak yah? suami saya udah makan belum? Pikiran seperti itu membuat saya berasa tidak me time. Jadi kalau kegiatan nyalonnya masih bisa dilakukan sendiri dirumah mengapa harus keluar rumah?

🎆Tidur Siang 
Kadang ada waktunya saya kelelehan karena mengurus rumah, walaupun suami saya bukan kategori yang memaksa saya untuk selalu membuat rumah rapi, dan mewajibkan saya untuk memasak. Tetapi karena saya ini anemia jadi saya gampang lelah, bahkan kadang kliyengan yang membuat saya memerlukan untuk tidur siang walaupun hanya 30 menit. Kalau sekarang sudah tidak masalah, karena anak saya sudah berusia 3 tahun dan 1 tahun yang artinya tidurnya sudah mulai teratur.

🎆Beberes Rumah
Bagi saya diberi waktu beberes rumah tanpa diganggu itu juga me time, karena ada kepuasan hati jika rumah itu rapi. Walau sebentar juga tak mengapa. Memang kendala kita yang punya balita sangat sulit untuk beberes rumah. Karena rumah kita pasti di acak-acak lagi, sehabis bermain pasti campur aduk lagi, belum masalah baju atau sepatu yang tidak pada tempatnya. Sekarang saya mempunyai trik dalam beberes yaitu memanfaatkan kegiatan beberes ini menjadi sebuah kelas agar anak juga belajar bertanggung jawab dan disiplin mengembalikan barang ke tempatnya lagi. Saya sering memberikan tugas menyusun atau mengumpulkan hanger yang berantakan, melipat baju bahkan sesekali menyusun baju mereka ke dalam laci dengan sedikit bantuan. Mensortir mainan juga menjadi kegiatan rutin kami setiap minggunya, meletakkan mainan sesuai kategorinya sambil menyisihkan mainan yang sudah tidak terpakai agar bisa dijual atau diberikan kepada yang lebih membutuhkan. Ternyata kegiatan beberes ini menjadi kelas yang  menyenangkan.

🎆Menyetrika
Menyetrika merupakan me time bagi saya. Siapa yang hobi menyetrika?Tanpa disadari kegiatan yang cukup memakan waktu ini bisa saya manfaatkan untuk mengejar ketertinggalan ilmu agama dengan mendengarkan ceramah kajian ilmiah islam dari chanel favorit saya tanpa diganggu oleh siapapun. Alhamdulillah bi ni’matimushaalihat. 

Menurut saya hal-hal tersebut yang saya sebut me time, saya tidak mengharuskan diberi izin kongkow bareng teman-teman (karena sejak sebelum nikah, saya memang tidak diizinkan papa saya, kumpul-kumpul tanpa manfaat, jadi tidak masalah) atau shopping ke mall sendirian. Karena saya IRT jadi otomatis harus bawa suami saya kalau shopping biar dibelikan. hihii *modus ini namanya yah*
Sebaiknya kita sama-sama belajar ikhlas dan sabar menjalankan peran sebagai IRT, karena tidak semua merasakan apa yang kita rasakan. Bukan hanya IRT, Ibu-ibu yang berkarir pun biasanya mereka menjalankan peran sebagai karyawan di kantor dan dirumah menambah peran lagi sebagai Ibu dan istri. Peran tersebut tentu tidak mudah, oleh karena itu ayo sama-sama luangkan waktu untuk me time walaupun tidak yang benar-benar me time, lakukan saja apa yang membuat kita senang. Itu akan mengurangi beban fikiran dan tenaga kita. Pikiran kita fresh, nilai plus nya juga kesehatan dan rumah pun menjadi adem karena tidak ada yang ngomel-ngomel  Demikian sedikit cerita me time dari saya. Masih penasaran dengan cerita "me time" ala emak-emak blogger, silahkan berkunjung ke rumah mbak ovi yang memenangkan arisan tulisan IIP pekan ini pasti banyak cerita seru lainnya disana 💕

Mengejar Ketertinggalan Ilmu Mendidik Anak dalam Islam

November 14, 2017 0 Comments


==●TERJEMAHAN KITAB ●==

📚 *TARBIYATUL AULAD FII DHOUIL KITAABI WA SUNNAH*

[Pertemuan ke-21]

💐 Akhawaatiy fillah, Semoga Rahmat Allah ta'ala dicurahkan kepada kita semua ,Aamiin .

🌸Kita lanjutkan kajian kita dari kitab Tarbiyatul Aulad Fii Dhouil Kitaabi wa Sunnah .

🍏014. LEMAH LEMBUT DAN BERMAIN-MAIN DENGANNYA

Tidak diragukan bahwa lemah lembut dengan anak dan bermain dengannya memeiliki pengaruh yang besar pada pertumbuhannya dengan pertumbuhan yang sempurna karena bermain merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dari kehidupannya.

☝🏻Maka janganlah meremehkan bermain-main  dengan sang anak karena akan berbenturan dengan fitrah mereka dan apa yang Allah ciptakan mereka atasnya, bahkan bergabunglah dengan sang anak pada permainan mereka, bercanda dengan mereka dan bersikap lembut dengan mereka sehingga mereka mencintaimu, senang denganmu dan mendengar nasehat dan arahanmu karena Allah subhanahu wa ta'ala berkata kepada nabi-NYA shallallahu 'alaihi wasallam:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ

🍓Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (Al Imran: 159)

🍋Dan beliau shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling baik untuk keluarganya sebagaimana beliau berkata:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

💬"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku" HR. Alhakim

💎Dan dahulu beliau shallallahu 'alaihi wasallam berlemah lembut dengan anak-anak dan bercanda dengan mereka, dari 💭Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menjulurkan lidahnya kepada Husain bin Ali kemudian ada anak kecil yang melihat merah lidahnya beliau maka dia tersenyum bahagia kepadanya.

💢Dan dari Umar radhiyallahu 'anhu dia berkata: Aku melihat Hasan dan Husain diatas pundak Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian aku berkata: sebaik-baik kuda adalah yang dibawah kalian berdua.
👁‍🗨Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: "dan sebaik-baik penunggang kuda adalah mereka berdua." HR. Abu Ya'la

🌾Dan beliau shallallahu 'alaihi wasallam dahulu mencandai saudara laki-lakinya Anas bin Malik, beliau berkata:
"Wahai Abu Umair, apa yang telah dilakukan burung kecilmu itu." Muttafaqun 'alaih.

✈Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah lewat di hadapan beberapa orang dari suku Aslam yang sedang berlomba dalam menunjukkan kemahiran memanah, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

َ ارْمُوا بَنِي إِسْمَاعِيلَ فَإِنَّ أَبَاكُمْ كَانَ رَامِيًا ارْمُوا وَأَنَا مَعَ بَنِي فُلَانٍ قَالَ فَأَمْسَكَ أَحَدُ الْفَرِيقَيْنِ بِأَيْدِيهِمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَكُمْ لَا تَرْمُونَ قَالُوا كَيْفَ نَرْمِي وَأَنْتَ مَعَهُمْ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْمُوا فَأَنَا مَعَكُمْ كُلِّكُمْ

🏹 "Memanahlah wahai Bani Isma'il, karena sesungguhnya nenek moyang kalian adalah ahli memanah. Memanahlah dan aku ada bersama Bani Fulan".
Lalu salah satu dari dua kelompok ada yang menahan tangan-tangan mereka (berhenti sejenak berlatih memanah), maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bertanya:

🗯"Mengapa kalian tidak terus berlatih memanah?" Mereka menjawab:

💬"Bagaimana kami bisa berlatih sedangkan engkau berpihak kepada mereka?"

💭Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berlatihlah, karena aku bersama kalian semuanya". HR. Al bukhari

💡Dan dari Abdullah bin Al harits radhiyallahu 'anhu dia berkata:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membariskan Abdullah, Ubaidullah dan banyak lagi sahabat dari kalangan Bani Al Abbas, seraya bersabda:

⚙"Barangsiapa paling dahulu sampai kepadaku, maka ia akan mendapatkan ini dan itu." Abdullah berkata; Lalu mereka saling berlomba untuk sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sehingga diantara mereka ada yang m
Mierza Klastulistiwa:
enyentuh punggung beliau dan ada juga yang menyentuh dada beliau. Kemudian beliau menciumi mereka dan memeluk mereka." HR. Ahmad

🌷🌴Dan dahulu Aisyah radhiyallahu 'anha bermain bersama anak-anak perempuan , dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajak mereka kepadanya untuk dia bermain dengannya.

⛵Dan lewat permainan engkau bisa mengajarkan kepada anak-anak akhlak-akhlak yang baik seperti jujur dan amanah dan yang lainnya.
Dan memperingatkan mereka dari akhlak-akhlak yang jelek seperti berdusta, khianat, curang, dan kata-kata yang kotor dan yang sejenisnya.

■🌿■🌿■🌿■
✍🏻🎀Al Ustadzah Ummu Ubaidah Ruqoyyah al Ambuniyah حفظها الله تعالى ,Pada hari Rabu , 8 Rajab 1438 H / 5 April 2017 M.

Saturday, 11 November 2017

Tentang Meraih dan Melepaskan

November 11, 2017 0 Comments

"Pokoknya sebisa mungkin saya tidak akan mau menikah dengan orang yang kerja di bidang militer. Saya tidak mau kalau nanti ditinggal dinas terus.” Seperti itulah kalimat gegabah yang keluar dari mulut saya tentang bayangan calon suami dan pekerjaannya yang ketika itu saya masih single.
Beberapa tahun kemudian, doa saya pun terjawab. Saya memang tidak berjodoh dengan orang militer, melainkan seorang PNS DJP. Namun apa bisa dikata, pekerjaan suami saya ternyata menuntutnya untuk pulang malam apabila sedang ada lembur. Terlebih lagi, saya bisa ditinggal beberapa hari apabila suami saya harus melakukan dinas ke luar kota! Walaupun ditinggal namun saya senang jika suami mendapatkan tugas dinas ke luar kota karena jadi ada tambahan pendapatan bulanan 😬

Saya menyadari ketika saya menerima dia sebagai suami, tentu saya harus menerima dia dengan satu paket dari semua yang melekat pada dirinya. Lagipula dibalik jam kerjanya yang padat, saya bangga memiliki suami seorang PNSDJP rasa engineer karena suami saya selalu memiliki solusi untuk memperbaiki barang rusak. Selain itu ia juga pintar hitung – hitungan! Mengimbangi otak kanan saya yang lemah ini, hehehe. Suami selalu berpesan kepada saya untuk selalu mendukungnya dalam pekerjaan. Bentuk dukungan yang diminta adalah dengan menjaga dan merawat anak – anak kami, karena saya yang memiliki waktu lebih banyak bersama mereka dibandingkan dengan suami saya. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, suami seringkali meminta saya memeluknya. Ia berkata pelukan istrinya merupakan mood booster yang paling besar bahkan mengalahkan seporsi bubur ayam favoritnya.

Jadwal kerja suami sebagai PNS tidak seketat di perusahaan swasta. Kadang – kadang bahkan bisa ambil cuti dadakan apabila ada keperluan keluarga atau anak sedang sakit.  Namun tantangan kehidupan sosial di kantor PNS lebih tinggi sehingga membuat suami mudah stres, kadang saya sebagai istri suka sedih melihatnya.  Saya selalu siap support dengan bersabar kalau – kalau pendapatan sedang turun. Support doa itu pasti, agar suami selalu berada di jalan yang benar dan selalu bersabar serta dimudahkan rejekinya.

Bukan rahasia lagi kalau di yang memiliki karir dan bercita-cita menjadi perempuan sukses. But, sorry I’m not into it. Bukan, bukannya saya tidak ingin sukses, siapa sih yang tidak mau sukses?

tapi, apa itu sukses?

Ada yang bilang sukses itu ketika sudah mapan – punya rumah sendiri, punya mobil sendiri, pekerjaan dengan gaji besar; ada juga yang bilang sukses itu kalo udah bisa punya usaha sendiri, bisa jadi sukses menurut beberapa orang itu bisa nikah dengan laki-laki yang kaya (ini untuk perempuan ya) dan masih banyak definisi-definisi sukses lainnya menurut banyak orang. Lain kepala, lain cerita.

Cita-cita saya dulu juga sama tetapi sekarang sedikit direvisi, saya ingin menjadi perempuan sukses – bukan sukses karir, tapi sukses dalam hidup (asik!)

Temen-temen saya yang berlatar belakang pendidikan yang sama dengan saya – Sarjana Hukum (S.H) – bukan Susah Hidup – banyak yang berbondong-bondong untuk kuliah lagi melanjutkan kuliah ke jenjang S3, ada yang ikut kursus PKPA bagi mereka yang tertarik untuk jadi penerusnya Farhat Abbas, bukan-bukan jadi tukang cari sensasi tapi jadi Pengacara. Sedikit banyak social media itu sempet mempengaruhi saya. Melihat teman-teman saya suka upload foto , lagi kursus PKPA, check in di Pengadilan mendampingi klien mereka, keren juga bahkan kebanyakan teman seangkatan saya sudah resmi menjabat menjadi notaris.

Ambisi untuk menjadi perempuan dengan karir gemilang menjadi seorang notaris saya tunda untuk waktu yang tidak terbatas dari list hidup saya saat ini.

Kenapa?

Cita-cita saya saat ini, saya hanya ingin menjadi seorang istri dan seorang ibu profesional bagi anak-anak saya.

Karena menurut saya ketika saya sudah berkeluarga, keluarga saya (baik suami dan anak-anak saya) bukan sebuah option dalam hidup saya, mereka bukan bagian dari sebuah pilihan ketika saya harus memutuskan saya harus memprioritaskan karir atau keluarga kecil saya. Jelas, ketika saya berkeluarga, keluarga kecil saya ini adalah satu-satunya, tidak pernah menjadi sebuah pilihan, walaupun prioritas, tapi SATU-SATUNYA.

Saya tidak pernah menyalahkan perempuan yang berambisi mencari karir bagus, punya uang banyak, and be a boss, tapi saya hidup tidak berambisi untuk itu. Saat saya memutuskan menikah dengan suami saya yang notabene PNS DJP orientasi saya berubah 180 derajat. Buat apa saya buang-buang waktu mengejar karir bagus yang nantinya bakalan saya tinggalkan untuk membina sebuah keluarga kecil. Kenapa saya harus menunda hal membahagiakan seperti menikah dan punya anak hanya untuk mengejar karir dan uang banyak.

kalau punya karir bagus, uang banyak kan nanti masa depan anak bisa lebih baik

Saya tidak akan mengajarkan anak-anak saya nanti bagaimana rasanya bahagia ketika kita punya uang banyak, tapi saya saat ini berusaha mendidik anak saya untuk bisa mencari kebahagiaan walaupun uang di dompet hanya tinggah recehan saja. Yang jelas saya berusaha menanamkan karakter bahwa mereka harus kuat, harus tangguh karena mereka itu laki-laki. Calon pemimpin peradaban. Anak-anak saya nantinya harus lebih hebat dari ibu dan bapaknya.

Kalo nanti kamu hidup sederhana, cuma makan tahu tempe setiap hari, gimana anak-anak bisa jadi berprestasi? (ingatan saya langsung terkenang akan perjuangan ibu mertua saya yang sangat hebat bisa membesarkan anak 4 dan sukses padahal SMP saja tak lulus)

Loh, yang saya tahu malahan kebanyakan anak yang berprestasi itu yang suka makan tahu tempe setiap hari ketimbang yang anaknya setiap hari konsumsi kfc cuma buat makan seharga tiga puluh ribu. Kalo anak-anak saya mau punya banyak uang ya dia harus berusaha sendiri untuk belajar dan sekolah yang baik. Karena setiap anak membawa rezekinya masing-masing Allah sudah menakarnya.

dan masih banyak pertanyaan orang-orang lainnya yang bertolak belakang dengan pemikiran saya.

Saya tidak mau hidup mumpuni, beli ini itu dengan mudah, memanjakan anak dengan harta berlimpah tetapi saya malah sering di luar rumah, anak-anak diasuh pembantu, dididik pembantu dan kurang kasih sayang.

Saat ini saya ingin menjadi stay at home mom di rumah, merawat dan mendidik anak-anak saya sendiri, membersamai setiap tumbuh kembang anak saya sendiri sampai mereka menemukan fitrah mereka masing-masing.

karena…

setinggi-tingginya karir seorang perempuan, yang paling mulia adalah menjadi seorang istri dan seorang ibu,because I already a Boss in my own life.

Ditulis dalam rangka pergolakan batin, untuk yang kesekian kali saya melewatkan pendaftaran ujian profesi ppat (lagi) tahun ini.
.
.
.
Kenapa?
.
.
.
Saya mendadak merasa rapuh dan ingin menangis ketika mendapati mata berapi-api anak 3 tahun yang berkata "faris sayang loh sama mama, faris nggak mau mamanya tua. Maunya mamanya yang cantik, yang masakin kue buat faris, bacakan buku buat faris."
.
.
.
Ah, sungguh sulit mengutarakan apa yang saya rasakan malam ini. Anak sulung saya yang tidak pernah bersedih jika saya menegurnya dengan nada (agak) tinggi. Yang hanya bisa bertanya, "kok mama gitu bilangnya ke Faris".  Yang tidak pernah bilang kalau mamanya ini galak, dia selalu bilang "mama nggak galak kok, kadang-kadang aja marahnya kalau Faris nggak nurut" 😭😭
.
.
.
Yang selalu sabar menunggu saya selesai cuci piring atau sekedar menjemur baju hanya demi ingin ditemani menggosok gigi dan berganti baju tidur. Ah, terlalu mahal rasanya menggantikan itu semua dengan sebuah jabatan dan karir.
.
.
.

Rasanya banyak sekali hutang saya sama si sulung. Waktu yang terbagi, kesabaran yang terbatas, pendampingan yang tidak maksimal, ekspektasi yang tinggi. 😩

Upgrade 3 Period Lesson

November 11, 2017 0 Comments

TINGGALKAN THREE PERIODS LESSON.. (Whaatt...??)
Anak luar biasa telah memperbaharui konsep Three Periods Lesson

Yg pernah terlibat dalam ke-Montessori-an pasti akrab dg Three Periods Lesson, sebuah sistem pengenalan konsep baru kepada anak usia dini di mana :

Tahap 1 (pengenalan nama konsep)
contoh : mengenalkan konsep simbol angka
Guru menyebutkan sambil menunjukkan angka : "Ini angka satu.. Ini angka dua.."

Tahap 2 (berlatih)
Guru meminta anak menunjukkan angka : "Coba tunjukkan mana angka dua? Kalau angka satu yang mana?"

Tahap 3 (menyebutkan nama konsep)
Guru bertanya sambil menunjukkan angka : "Ini angka berapa?"

Langkah di atas benar-benar efektif dan terjadi ideal tanpa hambatan untuk anak-anak yang memang butuh layanan khusus..

Tapi e tapi...tidaklah mudah diterapkan bagi anak-anak hebat zaman sekarang.. yang aktif.. yang kecepatan belajar nya luar biasa.. yang gurunya kadang-kadang kehabisan cara untuk mengarahkan (dan biasanya stuck bin keukeuh sama cara lama-nya Montessori plus nge-hang alias gak move on nyari cara lain)

Hehehe..du du du.. metoda tersebut sudah waktunya di-upgrade..
Seringkali guru kena di-cuek-in..atau tidak diperhatikan..
Beginilah The latest version of Three Periods Lesson di kelas untuk anak-anak hebat kami dan mereka lah inspirator-nya :) :
Saat anak asik bekerja dan tiba-tiba mereka bertanya benda atau materi yg dipegangnya (misalnya kartu angka 1, 2, 3 dst) : "Mama ini apa?"
Bersiaplah masuk ke momen berharga ini, yaitu menjawab dengan antusias, jangan bosan ditanya.. tetaplah menjawab : "Satu" "Dua" "Tiga" dst.. (sesuai dengan materi yg ditanyakan)
Karena sebenarnya di saat anak bertanya itulah, kita sedang melakukan Tahap 1 dari Three Periods Lesson yaitu : pengenalan nama konsep..
Beda-nya...komando tidak ada pada guru tapi anak yang menginginkan Tahap 1 ini dilaksanakan : sekarang juga..

Luar biasa bukan..tak perlu ber-tegang-tegang ria meminta anak memperhatikan..karena disini anak yang menunjukkan sendiri kesiapannya untuk menerima sebuah pembelajaran tentang konsep baru..
Kadang kita gak nyadar..sudah terlalu banyak instruksi untuk menyetir anak supaya sesuai dengan kehendak orang dewasa, jadi wajar ketika kita ajak anak untuk mengenali sesuatu - respon yg diberikan belum tentu sesuai harapan/antusias karena merasa lagi-lagi orang dewasa yg atur.. tak jarang maunya si material tadi malah dijadiin mainan suka-suka dia.. guru stress karena merasa harus sampai materinya..
Wahai guru..rileks-lah sejenak..ada saatnya kau akan mendapatkan momen Three Periods Lesson ini dalam kemasan yang berbeda..hehe..
Walau tak diulang ucap apa yg kita katakan, semua sudah tersimpan rapi di memory chip nya mereka.. Suatu hari mereka akan me-recall kembali data tersebut..

Believe me.. They listen :)