Saturday, 6 October 2012

Ikhlas...Ikhlas>>==

Ada berapa sih kunci kebahagiaan perempuan? Wah, nggak keitung. Semua kunci kebaikan yang udah disiapin sama Allah Ta'alabuat hamba-hambaNya demi merengkuh surgaNya itu kunci muslimah meraih kebahagiaannya...:))


Salah satu kunci itu adalah I.K.H.L.A.S.~hidup, mati, beramal shalihah itu cuma ngeharap ridha Allah Ta'ala. Manusia di sekitar kita termassuk orang-orang yang (insyaAllah nerima kebaikan kita), boleh aja nggak tau diri, nggak tau balas budi. Yang penting Allah Ta'ala ridha kepada kita dan mencucuri kita dengan hadiah yang terbaik~rezeki, keberkahan, ketentraman jiwa~ di dunia dan di akhirat. 

Nyook kita sama-sama belajar sama apa sih itu ikhlas, salah satu karakteristik yang dicontohin sama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. 

Ikhlas berasal dari kata ikhlash, bentuk mashdar (kata benda yang terbentuk dari kata kerja dalam bahasa Arab) dari akhlasa -yukhlishu. Jadi terangkai dari huruf dasar kha- la- sha yang nunjukin makna penyucian. 

Jadi, makna kata 'Al Khalish' hampir serupa dengan asy-syafi. Cuma aja kata al-khalish yang artinya suci ato bersih ini maknanya kesucian tersebut punya campuran tertentu. Ini menurut Ensiklopedi Akhlak Rasulullah SAW, Mahmud Al Mishri. Tapi, kata Asy-Syafi digunakan sebagai sesuatu yang telah menjadi suci dan bersih tanpa campuran apapun. 

Kalimat Akhlasa lillahi dinahu berarti hanya menjadikan agama Allah SWT sebagai agama yang dianut oleh seorang hamba. sementara itu kata Al Mukhlashin bermakna orang-orang yang menyerahkan seluruh ibadah mereka karena Allah saja. Karena itu kalimat ikhlas sama artinya atau bersinonim dengan kalimat tauhid "Laa ilaha illallah" ~ tidak ada Tuhan selain Allah.


Seorang ulama, Sahal at Tasturi, mengatakan bahwa penjabaran makna ikhlas tidak dapat ditemukan kecuali dalam hal berikut: Semua gerakan dan diamnya seseorang, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi, tidak pernah terbersit dalam pikiran dan hati kalau suatu pekerjaan dilakukannya kecuali untuk Allah SWT. Selain itu, orang ini tidak pernah menduakan Allah baik dengan orang lain, hawa nafsu maupun tujuan dunia yang lain-lainnya.


Ulama Ibrahim bin Adham berkata bahwa ikhlas adalah ketulusan niat dalam hidup seseorang yang ditujukan hanya untuk Allah. Aku jadi inget apa kata ustad Yusuf Mansur dalam wisata hati pembahasan Surat Al Fath. Ada satu quote yang harus selalu diingat dan dipegang "ALLAH DULU, ALLAH LAGI, ALLAH TERUS"

Abu Utsman al Magribi mengatakan bahwa ikhla adalah sikap seseorang yang melupakan pandangan seluruh makhluk Allah terhadap amal yang dia lakukan lantaran selalu merasa dilihat dan diawasi oleh Allah. So, kalau dia menghiasi amalnya demi manusia dengan sesuatu yang tidak ada dalam dirinya, itu artinya dia telah jatuh dari pandangan Allah SWT. 


Allah telah menjadikan ikhlas sebagai ciri utama dari umat terbaik ini.  Allah menjadikan hal ini sebagai tanda ketauhidannya.

Allah Ta'ala berfirman "Katakanlah (Muhammad),' Apakah kamu hendak berdebat dengan kami tentang Allah padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu, dan hanya kepadaNya kami dengan tulus mengabdikan diri." (QS. Al Baqarah 139)

Rasulullah sendiri pernah bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab : 'Sungguh , setiap amal itu didasarkan atas niat sang pelaku. setiap hamba akan mendapat ganjaran sesuai dengan apa yang dia niatkan. Barang siapa berhijrah karena Allah Subhanahu wa Ta'ala dan RasulNya semata maka dia mendapatkan pahala hijrah yang berlandaskan Allah dan Rasul-Nya semata. barang siapa berhijrah demi kepentingan dunia semata atau karena alasan perempuan yang ingin dinikahi, maka dia hanya mendapatkan hijrah yang dia niatkan tersebut. (HR. al Bukhari dan Muslim)



So sesudah ngebaca hadist sahih ini, masihkah kita perlu nyari bukti laen kalo keihklasan kita dalam beramal shalihah insyaALLAH bisa ngebebasin kita dari kesulitan apapun dari Allah....aninnnn

No comments:

Post a Comment