Thursday, 18 October 2012

Contoh Penjor dan Pintu Masuk

Setelah nentuin tenda, udaah dibahas sebelumnya. Next, yang harus dipikirin adalah penjor, aapa sih penjor itu? biasanya sih orang kampung bilang umbul-umbul ato tanda. Bentuknya biasa dibuat dari rangkaian janur dan bunga-bunga gitu dan menjulang ke atas tapi menjuntai pula ke bawah...hehe. Penjor ini dibuat nggak ada unsur apa-apa, hmm mungkin orang Jawa sering bilang pakemnya gini, harus pake ini itu rangkaiannya kaya begini, itu semua sebenernya nggak pernah diajarkan dalam islam. Ini semua hanya kebudayaan aja, lebih tepatnya seni merangkai dan membentuk janur. Kalo kita bikin penjor di acara pernikahan kita hanya karena fungsi sajaa. Itu yang harus dimaknai lebih dalam. Jadi dengan kita bikin penjor di ujung jalan atao depan tempat acara (baca: gedung) tamu bakalan tau dimana sih acara pernikahan dilangsungkan..


penjor depann









seni merangkai janur di surabaya






Masalah pintu masuk, biasanya kalo kita bikin 2 pintu di depan dan dibelakang. So, kita butuh 4 penjor buat pintu masuk dan pintu keluar. Kenapa hal ini perlu banget bahkan sangat penting malah (menurut aku sihh), ini sebenernya hal kecil yang kadang nggak terpikirkan sama yang punya hajat tapi at least ini harus dipertimbangkan. Karena masalah pintu masuk dan keluar ini menentukan pula suksesnya acara. Pertimbanganku buat milih pintu masuk dan keluar dalam dua pintu masuk atau satu pintu masuk dan satu pintu keluar di bagian depan??


Pertama, kalau misalkan kita adain acara wedding itu di rumah yang kemungkinan besar nggak terlalu banyak space alternatif yang bisa kita ambil adalah bikin satu pintu masuk dan satu pintu keluar di bagian depan dari tempat acara. Pertimbangannya kita harus nentuin alur buat si tamu yang datang ntar biar nggak ruwet di dalamm. Apalagi kalo tamu datengnya barengan otomatis bakalan penuh sesak. Maka dari itu sebaiknya kita bikin satu alur masuk dari pintu masuk- ketemu pengantin- meja hidangan kemudian pintu keluar. Jadi pintu keluar dan pintu masuk (terpaksa bersandingan di bagian depan karena nggak punya space yang luas untuk dibuat pintu keluar yang berbeda dari pintu masuk ;)) Ini lumayan banget ngurangin keruwetan pas acara. 


Kedua, kita bikin pintu masuk dan pintu keluar ditempat yang berbeda. Ini lebih mudah dibandingin bikin pintu masuk dan keluar yang bersandingan. Jadi alur yang bisa kita buat pintu masuk- pengantin- meja hidangan- pintu keluar. Hal ini bisa diwujudin kalo space acaranya luas. Biasanya kalo kita ngadain acara di gedung-gedung, alternatif ini yang kita pilih.



Dont's!!


Jangan pernah bikin satu pintu dalam suatu event. Ini merupakan kesalahan besar dan memicu keruwetanpas acara. Kalo kita buat pintu masuk dan pintu keluar jadi satu, ntar tamu yang datang dan tamu yang pulang bakalan ribet, saling dorong, saling desak dan hal ini sangat nggak nyaman banget. Kita harus jaga kenyamanan tamu pula pastinya. Selain itu belum lagi masalah pemberian souvenir yang biasanya diserahin pas tamu mau pulang di pintu keluar. Satu pintu bakalan menyulitkan petugas..:(( Jadi masalah pintu juga harus diperhatikan. Masalah pintu ini pula yang bakal berlanjut sama masalah pemberian souvenir yang sebaiknya diberikan saat tamu datang atau saat tamu akan pulang. Petugas pun harus tegas mengatur masalah ini, jangan sampe souvenir habis sedangkan tamu yang lain belum kebagian padahal jumlah souvenir notabene berlebih (biasanya ini efek tamu yang minta souvenir double2 petugas perlu ditraining terlebih dulu pastinya sebelum hari H).



Ini beberapa contoh penjor dan pintu masuk yang mungkin bisa menginspirasi....


1 pintu masuk



1 pintu masuk- 1 pintu keluar


1 pintu masuk- 1 pintu keluar

1 pintu masuk- 1 pintu keluar

1 pintu masuk- 1 pintu keluar





1 alur pintu masuk- pengantin- pintu keluar



1 pintu masuk dan keluar







No comments:

Post a Comment