Wednesday, 16 February 2011

aSpaRtamm

Aspartam merupakan pemanis buatan yang bukan berasal dari senyawa sakarida. Aspartam merupakan metil ester dari dipeptida L-aspartat dan L-fenilalanin. Aspartam memiliki rasa 200 kali lebih manis dibandingkan sukrosa. Namun, jika dibuat dalam bentuk etil ester dari dipeptida yang sama tidaklah akan memberikan rasa manis.
Nama kimia aspartame yaitu N-L-α-Aspartyl-L-phenylalanine 1-methyl ester. Bahan baku yang dibtuhkan untuk pembuatan senyawa ini terdiri dari L-Phenylalanine methyl ester hydrochloride N-Benzyloxycarbonyl-L-aspartic acid α-p-nitrophenyl, β-benzyl diester Hydrogen. Berikut ini adalah struktur kimia dari senyawa aspartame,
Penemuan senyawa aspartame ini sebenarnya peristiwa kebetulan. Senyawa ini ditemukan oleh seorang ilmuan James Schlatter pada tahun 1965 saat dia sedang melakukan penelitian pengembangan obat ulcer di G.D. Searle & Company. Berikut ini adalah pabrik-pabrik di berbagai Negara yang memproduksi aspartam.
Nama Paten
Pabrik
Negara
Tahun Dikenalkan
Cenderel
Searle
France
1979
Cenderel
Searle
Switz
1981
Equal
Searle
US
1982
Cenderel
Wander
W. Germany
1983
Cenderel
Muro
US
-
Nutrasweet
Searle
US
-
Aspartam telah diproduksi dalam skala besar pada tahun 1965. Saat ini aspartame diproduksi oleh Monsanto lebih dari 10.000 ton per tahun. Aspartam disetujui oleh FDA pada tahun 1981 sebagai bahan pemanis buatan pada produk pangan. Dipasaran produk ini dijual dengan nama paten NutraSweet®. Dan di Negara kita juga saat ini kita dapat melihat banyak produk-produk minuman yang menambahkan senyawa ini sebagai bahan pemanis.
Aspartam terdapat dalam lebih dari 6.000 produk, termasuk minuman berkarbonasi dan minuman ringan serbuk, coklat panas, permen karet, permen, makanan pencuci mulut, yogurt, pemanis tablet, dan juga terdapat pada beberapa produk farmasi seperti vitamin, drops obat batuk bebas gula, dan diperkirakan oleh pusat informasi aspartame bahwa pada tahun 2005 produk yang mengandung aspartame telah dikonsumsi lebih dari 200 juta orang diseluruh dunia.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada hewan pengerat, primate bukan manusia, serta pada manusia, aspartam akan dimetabolisme melalui metabolisme lintas pertama dan menghasilkan tiga senyawa, yaitu asam aspartat, fenilalanin, dan metanol. Satu molekul aspartame akan menghasilkan masing-masing satu molekul metabolit tersebut. Selanjutnya, senyawa-senyawa metabolit tersebut akan masuk ke dalam sirkulasi sistemik. Setelah memasuki sirkulasi sistemik, senyawa-senyawa tersebut akan digunakan, dimetabolisme, dan atau dikeluarkan oleh tubuh mengikuti jalur metabolism yang sama seperti ketika mengkonsumsi makanan biasa. Aspartat akan diubah menjadi alanin dan oksaloasetat, fenilalanin akan diubah terutama menjadi tirosin dan sebagian kecil menjadi feniletilamin dan fenilpiruvat, dan metanol akan diubah menjadi formaldehid dan dengan segera diubah lagi menjadi asam format.
Bagaimana metanol dapat meracuni tubuh
Dalam tubuh metanol akan dimetabolisme di lever oleh enzim Alkohol Dehidrogenase ( DHA ) menjadi formaldehide dan selanjutnya oleh enzim Formaldehide dehidrogenase ( FDH ) diubah menjadi asam format, kedua hasil metabolisme tersebut merupakan zat beracun bagi tubuh terutama asam format. Pada kasus keracunan metanol, formaldehida tidak pernah terdeteksi dalam cairan tubuh korban karena formaldehida yang terbentuk sangat cepat diubah menjadi asam format ( waktu paruh 1-2 menit ) dan selanjutnya diperlukan waktu yang cukup lama ( kurang lebih 20 jam ) oleh enzim 10-formyl tetrahydrofolate synthetase ( F-THF-S ) untuk mengoksidasi asam format menjadi senyawa karbondioksida dan air, sehingga ditemukan adanya korelasi antara konsentrasi asam format dalam cairan tubuh dengan kasus keracunan metanol.
Berat ringannya gejala akibat keracunan metanol tergantung dari besarnya kadar metanol yang tertelan. Dosis toksik minimum ( kadar keracunan minimal ) metanol lebih kurang 100 mg / kg dan dosis fatal keracunan metanol diperkirakan 20 – 240 ml ( 20 – 150 g ).
Gejala gejala apa yang dapat terlihat pada kasus keracunam metanol
Pada awalnya akan terjadi ganguan pada saluran cerna dengan gejala- gejala : sakit perut, mual dan munta-muntah dan selanjutnya terjadi depresi susunan syaraf pusat dan akan terlihat gejala-gejala yang mirip dengan gejala-gejala keracunan alkohol (etanol) : sakit kepala, pusing, sakit otot, lemah, kehilangan kesadaran dan kejang-kejang ini berlangsung selama 12 – 24 jam.
Pada tahap selanjutnya jika korban tidak segera mendapat pertolongan yang tepat akan terjadi :
- Kerusakan syaraf optik dengan gejala-gejala : dilatasi pupil, penglihatan menjadi kabur dan akhirnya kebutaan yang permanen
- Metabolisme acidosis dengan gejala-gejala : mual, muntah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat, tekanan darah menurun, syok kemudian koma dan akhirnya meninggal
Berikut ini adalah tanda dan gejala seseorang yang mengalami keracunan aspartam :
- Sakit perut
- Asma
- Penggembungan, edema (penumpukan cairan pada bagian tubuh tertentu)
- Masalah gula darah (hipoglikemia atau hiperglikemia)
- Berkemih rasa terbakar atau gangguan kemih lain
- Nyeri dada
- Keletihan kronis
- Kebingungan
- Diare
- Pusing
- Rasa haus atau lapar yang berlebihan
- Nafsu makan berlebihan
- Rambut rontok
- Bintik-bintik merah pada kulit
- Hipertensi
- Impotensi dan masalah seksual
- Rentan terhadap infeksi
- Kanker otak
- Kematian
- Depresi
- Insomnia
- Iritabilitas
- Gatal-gatal
- Nyeri sendi
- Hilang ingatan
- Migraine dan sakit kepala parah
- Perubahan kepribadian secara signifikan
- Keram ketika menstruasi atau persoalan/ perubahan menstruasi lainnya
- Mual dan muntah
- Kelu atau gemetar berlebihan akibat panik
- Fobia
- Denyut jantung cepat (takikardia)
- Tremor
- Berat badan bertambah
Diantara penyakit yang gejalanya sama seperti gejala penyakit yang disebabkan aspartame :
- Alzheimer
- Artritis
- Depresi dan gangguan psikologis lain
- Diabetes dan komplikasi diabetes
- Epilepsy
Komsumsi aspartame juga berbahaya pada orang-orang yang mengalami fenilketonuria (FKU). Pada orang-orang yang mengalami FKU terjadi gangguan metabolisme fenilalanin. Gangguan ini terjadi karena berkurangnya enzim fenilalanini hidroksilase (PAH). Enzim inilah yang akan mengubah fenilalanin menjadi tirosin. Jika terjadi gangguan metabolisme fenilalanin tersebut, maka kita akan mendeteksi adanya fenilketon terdapat di dalam urin. Dengan demikian, fenilialanin hasil metabolisme aspartam akan memperburuk pada penderita FKU.
Referensi
- Pharmaceutical Manufacturing Encyclopedia, third edition
- http://www.aspartame.net/Aspartame_history.asp
- Organic Chemistry J. Clayden Halaman 34
- http://www.pom.go.id/public/siker/desc/produk/RacunSalahMeta.pdf
- http://id.wikipedia.org/wiki/Aspartam
- http://id.wikipedia.org/wiki/Fenilketonuria
- Jerry D. Gray, 2006, Dosa-Dosa Media Amerika (DOWNLOAD EBOOK)

i

No comments:

Post a Comment